SUKAPURA (Surau.ID) – Perayaan Yadnya Kasada tahun 2026 kembali menjadi pusat perhatian publik, khususnya bagi masyarakat suku Tengger yang mendiami kawasan lereng Gunung Bromo. Momentum sakral yang digelar setahun sekali ini bukan sekadar ritual budaya, melainkan wujud syukur kepada Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus penghormatan kepada leluhur masyarakat Tengger yang diwariskan secara turun-temurun. Menyadari tingginya antusiasme masyarakat dan wisatawan yang ingin menyaksikan langsung prosesi di Pura Luhur Poten serta kawah Gunung Bromo, jajaran Polres Probolinggo mengambil langkah sigap untuk memastikan keamanan dan kondusifitas acara dari awal hingga akhir.
Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif, menegaskan bahwa kesiapan personel merupakan bentuk pelayanan negara agar tradisi yang luhur ini dapat berjalan dengan khidmat. Sebanyak 92 personel dikerahkan dan disebar di titik-titik strategis, mulai dari tempat pengukuhan, lautan pasir, hingga Pura Luhur Poten dan kawah Bromo yang menjadi lokasi utama prosesi ritual buang sesaji.
“Momen sakral yang dilakukan setiap setahun sekali ini menjadi atensi kami. Personel kami siagakan penuh untuk memberikan pelayanan pengamanan selama rangkaian Yadnya Kasada berlangsung,” ujar AKBP M. Wahyudin Latif pada Minggu (31/5/2026). Kehadiran aparat kepolisian ini tidak hanya difungsikan sebagai penjaga ketertiban, tetapi juga sebagai mitra bagi masyarakat Tengger agar setiap tahapan ibadah dapat diikuti oleh umat tanpa gangguan dari pihak luar. Selain pengamanan reguler, pengawalan khusus juga diberikan kepada tamu VVIP yang menghadiri perhelatan tersebut.
Strategi pengamanan yang diterapkan oleh pihak kepolisian dilakukan dengan kombinasi sistem terbuka dan tertutup di titik-titik strategis. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kerumunan yang tidak terkendali serta menjaga keamanan seluruh peserta yang hadir di lautan pasir yang luas. Selain kekuatan internal, Polres Probolinggo juga menjalin kolaborasi erat dengan lintas sektor untuk memastikan kelancaran kegiatan.
Rangkaian kegiatan Yadnya Kasada 2026 sendiri telah disusun secara apik, diawali dengan Semeninga/Wiwit, dilanjutkan Mendak Tirta dan Atur Suguh di kawasan Tengger. Masyarakat Tengger kemudian melaksanakan Pawedalan di Pura Luhur Poten serta Malam Resepsi Yadnya Kasada 2026 di Pendopo Agung Desa Ngadisari. Puncak upacara ritual berlangsung di Pura Luhur Poten dan prosesi labuh sesaji di Kawah Gunung Bromo pada Senin (1/6) dini hari.
Bagi masyarakat luas, perayaan Yadnya Kasada di Bromo bukan sekadar tontonan, melainkan pelajaran berharga tentang bagaimana harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan dipelihara melalui tradisi. Semangat gotong royong masyarakat Tengger yang didukung oleh pengamanan profesional ini mencerminkan Indonesia yang mampu merawat keberagaman dengan penuh kedamaian. Diharapkan, sinergi antara aparat dan masyarakat ini dapat terus terjaga, sehingga nilai-nilai budaya dan religiusitas yang terkandung dalam Yadnya Kasada senantiasa lestari sebagai bagian dari kekayaan spiritual Nusantara.