Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
19 Juli 2026 | 18:29 WIB
Nasional

Motivasi Siswa Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Jangan Minder, Semua Punya Masa Depan

Gus Ipul
Gus Ipul mengunjungi siswa-siswi Sekolah Rakyat DKI Jakarta. {Foto: Kemensos}

 

JAKARTA (Surau.ID) – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengunjungi siswa-siswi Sekolah Rakyat DKI Jakarta pada Sabtu (18/7) malam, bertepatan dengan akhir pekan pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Dalam kunjungan itu, Gus Ipul memberi motivasi kepada para siswa agar tidak rendah diri, mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, serta terus optimistis menatap masa depan.

Di hadapan para siswa yang baru menyelesaikan makan malam, Gus Ipul mengakui proses adaptasi di awal masa sekolah memang tidak mudah. Namun, ia meyakini seluruh siswa akan mampu melewati fase tersebut seiring berjalannya waktu.

“Memang hari pertama, kedua, ketiga, kadang-kadang masih ingat orang tua, masih belum bisa mengikuti jadwal yang padat, tapi percayalah nanti satu bulan, dua bulan yang akan datang, anak-anakku akan bisa mengikuti proses pembelajaran di sekolah rakyat. Ini bukan tahun pertama, sudah ada kakak-kakakmu yang lebih dulu,” jelasnya.

Ia kemudian mengajak para siswa melihat langsung fasilitas gedung permanen Sekolah Rakyat yang mulai digunakan untuk kegiatan belajar.

“Lihat sarana dan prasarana gedung permanen Sekolah Rakyat. Belum semuanya selesai dibangun, tapi anak-anakku sudah bisa melihat dan merasakan. Bagaimana gedung ini menurut kalian?,” tanya Gus Ipul.

“Bagus!,” jawab seluruh murid serempak.

Gus Ipul berharap para siswa dapat memanfaatkan seluruh fasilitas yang tersedia sebagai bekal untuk mengembangkan kemampuan dan meraih cita-cita.

Bangun Percaya Diri Sejak Awal

Dalam dialog tersebut, Gus Ipul juga membagikan kisah angkatan pertama Sekolah Rakyat. Menurutnya, banyak siswa yang awalnya merasa minder dan pesimistis terhadap masa depan. Namun, setelah mendapatkan pendampingan dari guru dan wali asrama, mereka mampu menunjukkan berbagai prestasi.

“Oleh karena itu, tidak perlu kecil hati, tidak perlu rendah diri, semuanya harus semangat karena nanti akan dibimbing oleh para guru-guru yang hebat, akan didampingi oleh para wali asuh dan wali asrama,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap anak memiliki potensi yang berbeda-beda dan layak mendapatkan kesempatan yang sama.

“Setiap siswa Sekolah Rakyat berharga tidak dibeda-bedakan,” jelasnya.

Cerita Haru Para Siswa

Kesempatan berdialog dimanfaatkan sejumlah siswa untuk membagikan pengalaman mereka selama mengikuti MPLS.

Calysta (12) mengaku sempat menangis pada hari-hari pertama karena merindukan orang tuanya. Namun, perlahan ia mulai merasa nyaman tinggal di asrama.

“Pertama nangis, kedua kangen orang tua, ketiga sudah terbiasa,” ujarnya yang langsung disambut tepuk tangan teman-temannya.

Cerita serupa datang dari Jessi. Ia mengaku sempat putus asa karena mengira tidak dapat melanjutkan pendidikan. Ayahnya bekerja sebagai pengemudi ojek online, sementara ibunya merupakan ibu rumah tangga. Kehadiran Sekolah Rakyat akhirnya membuka harapan baru bagi dirinya.

“Sebelum masuk ke sini saya berdoa apakah saya masih punya masa depan yang layak untuk ke depannya atau saya berhenti sampai di titik ini saja. Tapi ketika saya berdoa, kemudian ditemukan jawabannya dengan Sekolah Rakyat ini,” ucap Jessi.

Jessi juga mengaku sempat khawatir karena menjadi siswa dengan keyakinan berbeda. Namun, kekhawatiran itu sirna setelah mendapat sambutan hangat dari teman-temannya.

“Jadi waktu awal ke sini, jujur, saya kenal teman-teman pada hari pertama. Mereka sangat welcome sama saya, padahal bisa dibilang kami berbeda keyakinan, tapi mereka sangat merangkul dan baik,” ucapnya.

Ia bahkan merasa nyaman ketika teman-temannya bangun untuk salat tahajud. Momen itu justru membuatnya ikut bangun untuk beribadah sesuai keyakinannya dan mengurangi rasa rindu kepada keluarga.

Tegaskan Sekolah Bebas Perundungan

Menanggapi cerita para siswa, Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat harus menjadi ruang belajar yang aman, inklusif, dan saling menghargai.

Ia mengingatkan seluruh siswa agar tidak melakukan perundungan, menghina suku maupun agama, serta menghindari segala bentuk kekerasan fisik maupun seksual.

“Tidak boleh juga melakukan tindakan intoleransi yang tidak mau menghormati siapapun,” tegasnya.

Mengakhiri kunjungan tersebut, Gus Ipul mengajak seluruh siswa berdoa bersama sebelum meninjau asrama dan gedung permanen Sekolah Rakyat.

Saat ini, Sekolah Rakyat DKI Jakarta menerima 207 siswa baru, yang terdiri atas 90 siswa jenjang SMA, 90 siswa jenjang SMP, dan 27 siswa jenjang SD.

Penulis: Adi Purnomo Suharno
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id