Pangandaran (Surau.ID) — Kementerian Sosial (Kemensos) terus menyalurkan bantuan air bersih kepada 7.973 warga Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, yang terdampak kekeringan. Krisis air bersih yang berlangsung sejak Mei 2026 kini melanda 22 desa di sembilan kecamatan.
Data per Rabu (12/8/2026) mencatat sebanyak 2.681 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan. Pemerintah daerah sebelumnya menetapkan status tanggap darurat kekeringan selama 90 hari, mulai 3 Juli hingga 30 September 2026.
Mengutip laman resmi Kemensos, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan Kemensos memprioritaskan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga di wilayah yang mengalami krisis.
“Kemensos sudah menyalurkan berbagai bantuan pemenuhan air bersih. Sekarang distribusi terus dilakukan ke wilayah terdampak agar kebutuhan air bersih warga terdampak tetap terpenuhi selama kekeringan berlangsung,” kata Gus Ipul.
Untuk mendukung penanganan di lapangan, Kemensos mengerahkan satu unit truk tangki air. Kemensos juga menyalurkan enam unit tandon dan enam paket penjernih air. Peralatan tersebut membantu petugas menyediakan pasokan sekaligus tempat penyimpanan air bagi masyarakat.
Petugas menempatkan bantuan tersebut di Desa Limusgede, Kecamatan Cimerak. Selain mengirim air menggunakan truk tangki, petugas memasang instalasi penjernih air dan menempatkan tandon agar masyarakat dapat menyimpan serta memanfaatkan pasokan air secara aman.
Kekeringan kini berdampak di Kecamatan Cimerak, Cijulang, Parigi, Cigugur, Sidamulih, Pangandaran, Kalipucang, Padaherang, dan Mangunjaya. Kecamatan Cimerak mencatat 2.561 warga terdampak, disusul Kalipucang dengan 2.231 jiwa dan Parigi sebanyak 1.708 jiwa.
Gus Ipul memastikan Kemensos bersama pemerintah daerah terus memantau perkembangan kekeringan dan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah terdampak.
“Distribusi air akan terus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan warga. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan petugas di lapangan untuk melihat titik-titik yang perlu segera ditangani,” ujarnya.
Kemensos melalui Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB) bersama Dinas Sosial PMD Kabupaten Pangandaran dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) juga melakukan verifikasi dan validasi data warga terdampak. Langkah tersebut bertujuan memastikan bantuan menjangkau masyarakat sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah.
Hingga Rabu (12/8), petugas masih mendistribusikan air bersih menggunakan armada truk tangki Kemensos, termasuk ke wilayah Kecamatan Cimerak. Kemensos menjalankan penanganan tersebut bersama Dinas Sosial PMD Kabupaten Pangandaran, Tagana, BPBD, pemerintah kecamatan dan desa, masyarakat, serta relawan.
Kemensos akan menyesuaikan distribusi bantuan berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan selama masa tanggap darurat kekeringan berlangsung.