Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
10 Maret 2026 | 11:32 WIB
Nasional

Motor Bensin Mau Disulap Jadi Listrik? Bahlil Siapkan Insentif

20260309025811
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (Foto: Humas Kementerian ESDM.

 

Jakarta (Surau.ID) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah akan menyiapkan insentif bagi masyarakat yang mengonversi motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat transisi energi di sektor transportasi.

“Sudah barang tentu negara akan hadir untuk tanggung renteng dengan masyarakat ketika dikonversi dari bensin ke motor listrik. Pasti ada semacam sweetener-nya,” ucap Bahlil ketika dijumpai di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Senin (9/3/2026).

Meski demikian, ia belum merinci jumlah kendaraan yang akan menjadi target program konversi tersebut. Nilai subsidi yang akan diberikan kepada masyarakat juga masih menunggu pembahasan lebih lanjut.

Menurut dia, berbagai skema dukungan pemerintah akan dibicarakan lebih dulu dalam rapat Satuan Tugas Percepatan Transisi Energi yang baru dibentuk.

“Satgas kan baru dibentuk, saya rapat satgas dulu baru nanti saya akan laporkan,” ucap Bahlil.

Dorong Transisi Energi dan Kurangi Polusi

Program konversi motor berbahan bakar minyak menjadi motor listrik dinilai sebagai salah satu langkah strategis untuk menekan emisi dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Bahlil mengatakan kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari agenda besar pemerintah dalam mempercepat penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.

Sebelumnya, ia mengumumkan pembentukan Satuan Tugas Percepatan Transisi Energi yang bertugas mempercepat implementasi berbagai program energi bersih, termasuk konversi kendaraan bermotor konvensional menjadi listrik.

Jumlah sepeda motor berbahan bakar bensin di Indonesia saat ini diperkirakan mencapai sekitar 120 juta unit. Pemerintah menilai potensi konversi kendaraan tersebut cukup besar dalam mendukung transformasi energi nasional.

Presiden Prabowo Subianto bahkan menargetkan implementasi program konversi tersebut dapat berjalan maksimal dalam tiga hingga empat tahun ke depan, bahkan diharapkan bisa terealisasi lebih cepat.

Penulis: Adi Purnomo Suharno
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id