Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
20 Mei 2026 | 19:27 WIB
Nasional

Gokil! BBM Subsidi Aman Meski Rupiah dan Harga Minyak Tertekan

20260309025811
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (Foto: Humas Kementerian ESDM.

 

JAKARTA (Surau.ID) – Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak akan naik hingga akhir 2026 meskipun harga minyak mentah dunia melonjak dan nilai tukar rupiah mengalami pelemahan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah masih mampu menjaga stabilitas harga BBM subsidi karena rata-rata harga minyak mentah Indonesia sepanjang 2026 belum menembus batas kritis.

“Tidak akan naik. Insyaallah, ya, doanya, tidak akan kita naikkan (harga BBM subsidi),” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (19/05/2026).

Menurut Bahlil, rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) sejak Januari 2026 masih berada di kisaran 80 hingga 81 dolar Amerika Serikat per barel. Angka tersebut dinilai masih aman untuk mempertahankan harga BBM subsidi.

“Rata-rata ICP kita sekarang itu kurang lebih sekitar 80–81 dolar AS dari bulan Januari sampai sekarang. Jadi, belum sampai 100 dolar AS,” katanya.

Ia menegaskan pemerintah berupaya menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan global terhadap harga energi. Karena itu, skema subsidi BBM masih dipertahankan hingga akhir tahun.

Harga Minyak Dunia Melonjak

Kementerian ESDM mencatat rata-rata ICP pada April 2026 mencapai 117,31 dolar AS per barel. Nilai itu naik sekitar 15 dolar AS dibandingkan Maret 2026 yang berada di level 102,26 dolar AS per barel.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan lonjakan harga minyak dipicu eskalasi konflik geopolitik global. Kondisi Timur Tengah dan ketegangan di Selat Hormuz disebut meningkatkan risiko gangguan pasokan minyak dunia.

Selain faktor geopolitik, pertumbuhan ekonomi China pada triwulan I 2026 juga ikut mendorong permintaan minyak global. Ekonomi China tercatat tumbuh sekitar 5 persen secara tahunan.

Meski demikian, pemerintah menilai masih ada sejumlah faktor yang dapat menahan kenaikan harga minyak dunia. Salah satunya proyeksi penurunan permintaan minyak global pada triwulan II 2026 sekitar 5 juta barel per hari secara tahunan.

Selain itu, peluang terbukanya jalur diplomasi damai antara Iran dan Amerika Serikat juga diperkirakan dapat meredam tekanan harga minyak dunia dalam beberapa bulan mendatang.

Penulis: Nurkhaliq BR
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id