PROBOLINGGO (SURAU.ID) – Proses renovasi gedung kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pakuniran terus berlanjut dan memasuki tahap penting berupa pengecoran dak lantai dua. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 14 Februari mendatang, dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Panitia pembangunan, Agus Mulyanto, menyebut agenda pengecoran tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik bangunan, tetapi juga menjadi ruang mempererat silaturahmi serta penguatan khidmah warga Nahdlatul Ulama di wilayah Pakuniran.
Aksi gotong royong itu direncanakan melibatkan personel Koramil Pakuniran bersama jajaran pengurus NU, anggota Banser, Pagar Nusa, serta warga Nahdliyyin dari sejumlah desa di kecamatan setempat.
“Kami mengundang seluruh warga Nahdliyyin untuk hadir dan berpartisipasi dalam agenda bersama ini. Pembangunan kantor ini adalah simbol dari kekuatan kolektif dan komitmen kita dalam membesarkan organisasi,” ungkapnya.
Agus menambahkan, kantor sekretariat yang tengah direnovasi dipersiapkan sebagai pusat kegiatan organisasi yang lebih representatif dan modern.
“Kedepannya, gedung ini akan difungsikan sebagai sentral pelayanan umat, koordinasi antarlembaga, hingga penguatan dakwah di akar rumput,” pungkasnya.
Semangat kemandirian warga NU Pakuniran, menurut dia, tercermin dari pola pembangunan berbasis gotong royong, baik dalam dukungan tenaga maupun pembiayaan. Pola tersebut dinilai sejalan dengan nilai kebersamaan dalam jam’iyah untuk menghadirkan fasilitas yang bermanfaat bagi umat.
Dengan keterlibatan berbagai pihak, panitia berharap proses pengecoran berjalan lancar dan selesai sesuai jadwal. Renovasi kantor MWCNU Pakuniran pun diharapkan menjadi infrastruktur penunjang gerak organisasi bagi generasi mendatang.