Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
31 Desember 2025 | 13:13 WIB
Daerah

Pembunuhan Tragis Satu Keluarga di Situbondo, Luka Sayatan Jadi Petunjuk Awal

Dugaan Pembunuhan Satu Keluarga di Situbondo Polisi Lakukan Penyelidikan e1766902948410 840x493
Warga berkerumun di depan rumah korban pembunuhan di Desa Demung, Kecamatan Besuki, Situbondo, Jawa Timur. Minggu (28/12/2025). Foto: Antara

 

SITUBONDO (Surau.ID) – Kepolisian Daerah Jawa Timur menurunkan 15 penyidik untuk membantu mengungkap kasus pembunuhan satu keluarga di Dusun Watuketu, Desa Demung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo. Tim tambahan ini memperkuat penyelidikan Polres Situbondo terhadap kematian tiga korban dalam peristiwa tragis tersebut.

Kapolres Situbondo AKBP Rezi Darmawan menyebut Polda Jatim memberikan dukungan penuh karena kasus ini menjadi perhatian pimpinan. Ia menegaskan penyelidikan dilakukan secara menyeluruh guna mengungkap pelaku dan motif pembunuhan.

“Total ada 15 anggota Polda Jatim diperbantukan untuk menemukan dan mengungkap kasus ini,” katanya, Senin (29/12/2025).

Kasus Jadi Atensi karena Unsur Kekerasan Tinggi

Rezi menjelaskan, pembunuhan satu keluarga di Situbondo ini memiliki tingkat kekerasan tinggi. Ketiga korban ditemukan dengan luka sayatan di bagian leher, sehingga penyidik memberi perhatian khusus dalam pengungkapan perkara.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi dasar kepolisian mempercepat pengumpulan bukti dan memperluas langkah penyelidikan. Aparat fokus mengidentifikasi pelaku serta menelusuri kemungkinan motif di balik peristiwa tersebut.

“Upaya ini bagian dari kami untuk mencari terduga pelaku,” katanya.

Korban dalam kasus ini diketahui bernama Hasyim (58), Suningsih (38), dan Umi Rahmania (18). Ketiganya merupakan satu keluarga yang tinggal di lokasi kejadian. Polisi masih mendalami hubungan sosial dan aktivitas korban sebelum peristiwa terjadi.

Polisi Periksa Saksi dan Amankan Barang Bukti

Dalam proses penyelidikan, Polres Situbondo telah memeriksa sejumlah saksi. Hingga saat ini, empat orang dimintai keterangan untuk membantu mengurai rangkaian kejadian pembunuhan tersebut.

“Untuk saksi sementara ada empat orang, dan masih berpotensi bertambah,” katanya.

Selain pemeriksaan saksi, penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti. Polisi menyita beberapa unit telepon genggam serta rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian. Barang bukti tersebut akan dianalisis guna melacak aktivitas terakhir korban dan kemungkinan keberadaan pelaku.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi penyidikan berbasis bukti digital dan keterangan lapangan. Polisi berharap data tersebut dapat mempercepat pengungkapan kasus pembunuhan satu keluarga di Situbondo.

Proses Otopsi dan Pemakaman Korban

Polres Situbondo telah melakukan otopsi luar terhadap ketiga jenazah pada Minggu (28/12/2025). Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan penyebab kematian serta memperkuat temuan awal penyidik terkait luka pada tubuh korban.

Pada Senin pagi (29/12/2025), jenazah Hasyim, Suningsih, dan Umi Rahmania dipulangkan ke rumah orang tua Suningsih. Proses pemakaman dilaksanakan sekitar pukul 09.00 WIB dengan pengawalan aparat kepolisian.

“Jika ada perkembangan dan sudah ada kesimpulan nanti akan diumumkan, kami masih proses pengumpulan bukti,” ucapnya.

Hingga kini, kepolisian terus mendalami setiap petunjuk yang diperoleh. Polda Jatim dan Polres Situbondo menegaskan komitmen untuk mengungkap kasus pembunuhan tragis ini secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur hukum.

Sumber: Kompas.com

Penulis: ZH Rizqiyansyah
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id