JAKARTA (Surau.ID) – Pemerintah menambah pasokan beras SPHP sebanyak satu juta ton dan memperluas bantuan pangan untuk menjaga stabilitas harga serta pasokan beras nasional pada Senin (21/9/2026).
Intervensi pangan ini diperkuat melalui operasi pasar masif serta penyaluran bantuan beras yang menyasar hingga 33,24 juta keluarga penerima manfaat di seluruh wilayah Indonesia.
Kebijakan ini diambil guna mengamankan ketahanan pangan, menjaga daya beli masyarakat, dan menekan kenaikan harga beras melalui distribusi yang tersebar di berbagai saluran pasar ritel.
Perpanjangan Bantuan Pangan Utama
Penyaluran bantuan beras dialokasikan sebanyak 10 kilogram per bulan bagi keluarga desil satu hingga desil empat, yang kini resmi diperpanjang untuk periode Oktober hingga Desember.
Program bantuan ini melengkapi tahap penyaluran sebelumnya, sebagai respon cepat pemerintah dalam memastikan masyarakat kurang mampu tetap mendapatkan pasokan pangan pokok yang terjangkau secara merata.
Suntikan Pasokan SPHP Pasar
Tambahan satu juta ton pasokan beras SPHP diberikan untuk memperkuat alokasi awal tahun sebesar 828 ribu ton yang stoknya mulai menipis di pasaran pasca distribusi intensif.
“Beras kita aman mencapai 4,6 juta ton. Kombinasi operasi pasar, bantuan pangan, dan tambahan SPHP ini insyaallah mendorong harga beras segera turun,” ujar Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian.
Langkah strategis intervensi pasar ini menjadi jaminan nyata hadirnya negara dalam melindungi daya beli masyarakat serta menjaga stabilitas ekonomi nasional secara berkelanjutan.