MANOKWARI (Surau.ID) – Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag RI, Helmi Nasaruddin Umar, mengajak seluruh anggota DWP menjadikan unit terkecil keluarga sebagai fondasi utama dalam menebarkan nilai perdamaian serta membangun harmoni sosial yang kokoh.
Ajakan ini disampaikan saat pembinaan DWP Kanwil Kemenag se-Indonesia dan DWP Kabupaten Papua Barat di Manokwari, Sabtu (20/6/2026). Helmi menegaskan bahwa perempuan memegang peran sentral sebagai perekat persaudaraan yang mampu menyejukkan lingkungan masyarakat di tengah keberagaman.
Ia mengibaratkan harmoni seperti paduan suara; keindahan tidak lahir dari keseragaman, melainkan dari perbedaan yang mampu saling melengkapi. Perempuan diharapkan mampu menenun kasih sayang, rasa aman, serta keteladanan nyata yang dimulai dari rumah tangga untuk memperkuat ketahanan bangsa.
Perempuan sebagai Agen Perdamaian Keluarga
Lebih dari sekadar absennya konflik, perdamaian yang hakiki adalah hadirnya rasa saling percaya dan saling menghargai. Dharma Wanita Persatuan diharapkan menjadi garda terdepan dalam mempraktikkan moderasi beragama serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan yang toleran kepada lingkungan sekitar.
“Perempuan adalah penenun harmoni dalam keluarga. Ketika keluarga harmonis, maka masyarakat akan damai. Ketika masyarakat damai, maka bangsa akan semakin kuat,” ujar Helmi Nasaruddin Umar, Penasihat DWP Kemenag RI.
Selain aspek sosial, Helmi juga menekankan pentingnya menjaga harmoni dengan alam melalui kebiasaan sederhana, seperti meminimalisir penggunaan plastik. Hal ini merupakan bentuk syukur atas ciptaan Tuhan yang harus dijaga keberlangsungannya sebagai warisan bagi generasi mendatang.
Dharma Wanita diimbau untuk terus bersinergi melintasi batas daerah, saling berbagi praktik terbaik, dan menjadikan setiap amanah organisasi sebagai ladang pengabdian. Setiap karya yang ditinggalkan hari ini adalah investasi berharga yang akan terus membawa manfaat bagi masyarakat dan mempererat persaudaraan Indonesia di masa depan.