JAKARTA (Surau.ID) – Kementerian Agama bersama Prof. Hisanori Kato dan 17 mahasiswa Chuo University, Jepang, menggelar audiensi untuk bertukar praktik baik dalam merawat kerukunan pada Senin, 10 Agustus 2026.
Pertemuan di Jakarta ini membahas pengalaman Indonesia dalam mengelola keberagaman, peran penting agama sebagai landasan moral, hingga penanaman moderasi beragama melalui sistem pendidikan nasional.
Sekretaris Jenderal Kemenag, Prof. Kamarudin Amin, menegaskan bahwa agama di Indonesia telah berevolusi aktif mempromosikan perdamaian dunia, didukung pengelolaan 25 persen pendidikan nasional melalui ribuan sekolah agama.
Inklusivitas Sosial dan Pembelajaran Dua Arah
Diskusi interaktif turut mengupas batasan filantropi Islam, di mana zakat diperuntukkan bagi Muslim, sementara sedekah menjadi wujud filantropi kemanusiaan yang inklusif tanpa memandang perbedaan keyakinan.
Kepala PKUB, Muhammad Adib Abdushomad, menyampaikan bahwa Indonesia terbuka belajar nilai positif dari Jepang seperti kedisiplinan, etos kerja, dan semangat perbaikan berkelanjutan atau kaizen.
Peran Aktif FKUB dan Edukasi Akar Rumput
Program inovatif seperti School of Interfaith Studies and Peacebuilding (SABDA) serta Kampung Kerukunan turut dipaparkan oleh perwakilan FKUB DKI Jakarta, Romo Antonius Suyadi, Pr.
“Kita juga belajar dari negara lain. Salah satunya dari Jepang, seperti kedisiplinan, etos kerja, dan kaizen, yaitu terus berubah ke arah yang lebih baik,” ujar Muhammad Adib Abdushomad selaku Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama.
Pertukaran lintas budaya ini memperkaya perspektif kedua negara dalam merawat perdamaian secara sistematis melalui edukasi pemuda, penguatan nilai Pancasila, serta gotong royong di tingkat akar rumput.