JAKARTA (Surau.ID) – Kementerian Agama menjalin kemitraan strategis bersama 10 lembaga pendidikan pranikah untuk memperluas akses serta meningkatkan kualitas layanan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin, Kamis (08/10/2026).
Langkah kolaboratif ini hadir sebagai jawaban atas tantangan persoalan keluarga yang kian kompleks, sekaligus memberikan fleksibilitas pilihan tempat bimbingan selain di Kantor Urusan Agama.
Penguatan kemitraan tersebut ditandai melalui penutupan Forum Nasional Mitra Keluarga Sakinah-Maslahat yang berlangsung khidmat di Jakarta guna menyelaraskan program pembinaan keluarga nasional.
Integrasi Data dan Penguatan Pembinaan
Melalui skema kerja sama ini, sertifikat Bimwin yang diterbitkan oleh lembaga mitra resmi diintegrasikan ke dalam sistem informasi Kemenag guna memastikan seluruh peserta tercatat secara sah.
Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Nikah per September 2026, tercatat 997.089 peristiwa nikah, dengan 70,17 persen calon pengantin telah mengikuti bimbingan di 5.917 KUA.
Hadirnya sepuluh mitra resmi seperti Masjid Salman ITB hingga Nikah Institute diharapkan mampu menjangkau segmentasi masyarakat yang selama ini belum tersentuh layanan bimbingan pemerintah.
Kolaborasi Berkelanjutan demi Keharmonisan Keluarga
Sinergi ini tidak hanya berfokus pada perluasan akses, tetapi juga penyusunan modul bersama yang memadukan pendekatan keagamaan serta psikologi keluarga secara holistik.
Pihak lembaga mitra menyambut positif integrasi tersebut dan berharap adanya uji coba rujukan psikologi serta pertemuan lanjutan demi implementasi program yang lebih efektif.
“Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri, potensi jejaring lembaga mitra perlu dihubungkan agar menjadi kekuatan bersama membangun keluarga Indonesia,” ujar Ahmad Zayadi, Direktur Bina KUA.
Melalui kolaborasi lintas lembaga ini, diharapkan ketahanan keluarga Indonesia semakin kokoh demi menekan angka perceraian serta mewujudkan kehidupan rumah tangga yang sakinah dan maslahat.