Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
17 Januari 2026 | 09:46 WIB
Nasional

Prabowo Soroti Ketimpangan Akses Mahasiswa, Minta Hitung Ulang Skema Beasiswa Nasional

0846IMG 20260115 WA0036
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (Foto: Setneg RI).

 

Dari hampir 10 juta mahasiswa di Indonesia, hanya sekitar 1,1 juta yang menerima beasiswa. Presiden Prabowo meminta skema pendanaan pendidikan tinggi diperluas.

______________________________________________________

Jakarta (Surau.ID) – Presiden Prabowo Subianto menyoroti terbatasnya akses beasiswa pendidikan tinggi di Indonesia di tengah jumlah mahasiswa yang hampir menyentuh 10 juta orang. Prabowo meminta pemerintah menghitung ulang dan merumuskan kembali kebijakan beasiswa nasional agar menjangkau lebih banyak mahasiswa.

Sorotan itu disampaikan Prabowo dalam Taklimat Presiden Republik Indonesia bersama rektor dan pimpinan perguruan tinggi negeri yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 15 Januari 2026. Forum tersebut dihadiri para rektor dan guru besar dari berbagai perguruan tinggi.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden menerima laporan bahwa jumlah mahasiswa di Indonesia saat ini mencapai sekitar 9,9 juta orang. Namun, dari jumlah tersebut, penerima beasiswa baru sekitar 1,1 juta mahasiswa.

Menanggapi kondisi itu, Prabowo meminta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Kementerian Sekretariat Negara menyusun ulang skema beasiswa nasional. Presiden menginginkan perluasan penerima beasiswa dilakukan secara signifikan.

“Bapak Presiden memberikan arahan kepada kami, terutama Mendiktisaintek dan kami sebagai Mensesneg untuk mencoba menghitung ulang, mengformulakan ulang bagaimana memperbesar sebanyak-banyaknya penerima beasiswa,” kata Prasetyo Hadi kepada awak media usai kegiatan.

Menurut Prasetyo, forum dialog langsung dengan Presiden tersebut juga mendapat respons positif dari kalangan perguruan tinggi. Para rektor dan guru besar, kata dia, bahkan berharap pertemuan serupa bisa digelar secara rutin.

“Ada permohonan juga dari para rektor dan guru besar agar forum-forum seperti ini bisa lebih dirutinkan kembali,” ujar Prasetyo.

Selain isu akses beasiswa, Prabowo juga menekankan perlunya penguatan pendidikan di bidang sains dan teknologi. Presiden mengarahkan agar alokasi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) lebih difokuskan pada bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika atau STEM.

“Beliau sempat menyampaikan berharap mencapai di atas 80 persen, karena kita memang konsentrasi untuk mengejar ketertinggalan kita terlebih dahulu dalam hal penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ungkap Prasetyo.

Penulis: Badrul Nurul Hisyam
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id