Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
02 Februari 2026 | 17:26 WIB
Nasional

Presiden Prabowo Paparkan Strategi Transformasi Bangsa: Pendidikan, Antikorupsi, hingga Swasembada Pangan dan Energi

IMG 20260202 WA0024
Presiden Prabowo Subianto saat memberikan taklimat pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube Setpres)

 

Jakarta (Surau.ID) – Presiden Prabowo Subianto memaparkan strategi besar transformasi bangsa yang dirancang berdasarkan pengalaman panjang mempelajari kebijakan pembangunan di dalam dan luar negeri. Strategi tersebut menempatkan pendidikan, pemberantasan korupsi, serta swasembada pangan dan energi sebagai pilar utama menuju kemandirian dan kemerdekaan sejati Indonesia.

Hal itu disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan taklimat pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Presiden mengungkapkan, gagasan transformasi bangsa lahir dari berbagai dialog dengan pemimpin dunia. Salah satunya ketika berdiskusi dengan mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, yang menekankan bahwa pemberantasan korupsi hanya dapat dilakukan secara efektif melalui sistem pendidikan yang kuat dan berkelanjutan.

“Saya belajar bahwa kunci menghadapi korupsi adalah pendidikan. Pendidikan sangat vital untuk membentuk karakter bangsa,” ujar Prabowo.

Berangkat dari pemikiran tersebut, Presiden merumuskan strategi transformasi nasional yang dituangkan dalam delapan misi Asta Cita, 17 program prioritas, serta sejumlah program hasil terbaik cepat. Targetnya bukan semata mengejar status negara berpendapatan tinggi, melainkan memastikan seluruh rakyat menikmati kualitas hidup yang layak.

Menurut Prabowo, kualitas hidup yang baik tercermin dari terpenuhinya kebutuhan pangan bergizi, akses layanan kesehatan yang memadai, pendidikan berkualitas, serta penghasilan yang mencukupi.

Presiden menegaskan, swasembada pangan merupakan prasyarat mutlak bagi kedaulatan dan kesejahteraan bangsa. Tanpa kemandirian pangan, Indonesia dinilai tidak akan mampu mencapai kemerdekaan sejati.

“Kalau kita mau merdeka dan sejahtera, tidak ada alternatif selain swasembada pangan. Pangan harus bisa dinikmati oleh seluruh rakyat,” tegasnya.

Selain pangan, Presiden juga menyoroti urgensi swasembada energi. Ia menilai Indonesia memiliki keunggulan strategis, salah satunya melalui komoditas kelapa sawit yang disebutnya sebagai miracle crop atau tanaman ajaib.

Prabowo menjelaskan, kelapa sawit memiliki nilai strategis karena mampu menghasilkan puluhan produk turunan, mulai dari bahan pangan, produk industri, hingga bahan bakar nabati seperti biodiesel dan avtur.

“Kelapa sawit bukan hanya untuk minyak goreng. Dari kelapa sawit kita bisa bebas dari ketergantungan energi luar negeri,” ujarnya.

Presiden menegaskan, kebijakan pengelolaan kelapa sawit harus berpihak pada kepentingan nasional, termasuk pemanfaatan limbah sawit dan minyak jelantah untuk produksi energi dalam negeri.

Melalui swasembada pangan dan energi, Prabowo menargetkan perubahan arah aliran ekonomi nasional—dari yang selama ini mengalir dari desa ke kota dan ke luar negeri, menjadi ekonomi yang berputar di dalam negeri dan memberikan manfaat langsung bagi rakyat.

Program-program strategis, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi sumber daya manusia sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat dari desa.

“Anak-anak kita harus makan cukup dan sehat. Dari situ kita membangun masa depan bangsa,” pungkas Presiden.

Penulis: Agus Sholeh
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id