SURABAYA (Surau.ID) – Sekitar 100 orang yang tergabung dalam Forum Mahasiswa dan Pemuda Peduli Palestina (FMP3) menggelar aksi damai bela Palestina di depan Taman Apsari, Jalan Gubernur Suryo, Kecamatan Genteng, Surabaya, Minggu (1/3/2026) pagi.
Koordinator aksi sekaligus Humas FMP3, Akbar Aseggap, memimpin langsung kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 10.50 WIB tersebut.
Massa menyampaikan penolakan terhadap kebijakan yang mereka anggap menyerahkan komando militer Indonesia kepada pihak asing dan menuntut penghentian genosida di Palestina.
“Surabaya adalah Kota Pahlawan. Di tanah inilah, darah para syuhada menetes demi mengusir penjajah. Di kota ini pula, Resolusi Jihad pernah berkumandang, membakar semangat Arek-arek Suroboyo untuk pantang menyerah kepada kekuatan asing. Namun hari ini, kita dipaksa menelan ludah melihat penguasa negeri,” tegas aksi massa.
Massa melanjutkan orasi dengan kritik terhadap rencana penempatan militer Indonesia dalam Board of Peace di bawah kendali Amerika Serikat. Menurut mereka, rencana tersebut merupakan bentuk penghinaan terhadap getih perjuangan (darah perjuangan) para pahlawan dan ulama Indonesia.
“Awake dewe ra sudi dadi kacung Amerika! (Kita tidak sudi jadi pesuruh Amerika!). Amerika Serikat tidak pernah memiliki niat tulus untuk menciptakan perdamaian di berbagai belahan dunia,” tegas mereka.
Bagi mereka, itu hanya untuk melanggengkan kerakusan kapitalisme global dan memastikan rezim-rezim boneka tetap tunduk pada kehendak Amerika. Memasukkan tentara Muslim ke dalam skenario busuk tersebut adalah tindakan yang tidak bisa dimaafkan.
“Sebagai pemuda Islam, sikap kami tegas dan tidak bisa ditawar: Haram kirimkan tentara di bawah komando Amerika!. Allah SWT berfirman: “Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.”

Berikut tuntutan FMP3: