Lamongan, Surau.ID – Pencemaran laut akibat sampah plastik sekali pakai dan mikroplastik kian mengancam ekosistem laut serta kesehatan manusia. Isu tersebut disoroti dalam kampanye “STOP Buang Sampah Plastik di Laut” yang dirangkai dengan aksi bersih pantai di sepanjang Pantai Kemantren dan Pantai Lorena, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Sabtu (20/12/2025).
Kegiatan ini digagas mahasiswa Program Studi Kesehatan Lingkungan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Islam Lamongan (UNISLA) angkatan 2023. Sasaran kampanye meliputi masyarakat pesisir, pedagang, dan pengunjung pantai, dengan tujuan meningkatkan kesadaran akan dampak plastik terhadap lingkungan laut.
Dalam kampanye tersebut, mahasiswa memaparkan secara ilmiah bahaya sampah plastik yang terbuang ke laut. Plastik sekali pakai yang sulit terurai akan terfragmentasi menjadi mikroplastik dan bertahan lama di perairan. Partikel berukuran sangat kecil ini mudah masuk ke tubuh biota laut melalui rantai makanan.
“Mikroplastik dapat memicu peradangan kronis dan berpotensi membawa bahan kimia karsinogenik masuk ke organ tubuh organisme laut,” ujar mahasiswa saat memaparkan hasil kajian ilmiah dalam kegiatan tersebut.
Mahasiswa juga menjelaskan mikroplastik berperan sebagai vektor zat kimia berbahaya. Partikel ini mampu menyerap racun di laut dan terakumulasi dalam tubuh organisme, mulai dari tingkat trofik terendah hingga predator puncak. Kondisi tersebut meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk pada manusia yang mengonsumsi hasil laut.
Usai kampanye, kegiatan dilanjutkan dengan aksi bersih pantai di sepanjang pesisir Pantai Kemantren dan Pantai Lorena. Peserta mengumpulkan berbagai jenis sampah, antara lain botol minuman, plastik kemasan, sedotan, kaleng, sendok plastik, kertas, kain, masker, styrofoam, botol kaca, karet, hingga popok bayi. Sampah plastik, gelas plastik, dan sedotan menjadi jenis yang paling mendominasi.
Salah satu peserta mengaku kegiatan ini membuka pemahaman baru tentang dampak mikroplastik. “Selama ini kita melihat sampah hanya sebagai masalah kebersihan, padahal dampaknya sangat besar terhadap laut dan kesehatan manusia,” ujarnya.
Melalui kampanye dan aksi bersih pantai ini, mahasiswa mengajak masyarakat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta mendukung kebijakan pengelolaan sampah pesisir yang lebih ketat. Edukasi dan aksi nyata dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem laut di wilayah Lamongan. (*)