BEKASI (Surau.ID) – Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bekasi menyelenggarakan rapat harian bersama jajaran Syuriah se-Kota Bekasi dengan tema “Taqwiyatul Fikrah wa Tansiqul Harakati An-Nahdliyah” (Penguatan Pemikiran dan Koordinasi Gerakan An-Nahdliyah) di Saung Mang Engking, Kota Bekasi, Jumat (19/06/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran syuriah PCNU, perwakilan Syuriah dari seluruh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kota Bekasi, serta sejumlah tokoh agama dan pimpinan lembaga terkait.
Peran Strategis Syuriah
Rais Syuriah PCNU Kota Bekasi, KH. Abu Bakar Rahziz, menegaskan bahwa Syuriah memiliki posisi strategis dalam menjaga kemurnian paham Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah sebagai landasan gerak organisasi.
Selain itu, Syuriah bertugas memberikan bimbingan, nasihat, serta pertimbangan kepada jajaran Tanfidziyah agar kebijakan organisasi tetap selaras dengan AD/ART dan Khittah Nahdlatul Ulama.
“Syuriah tidak hanya bertugas menjaga kemurnian fikrah Ahlussunnah wal Jamaah, tetapi juga menjadi marja’ atau rujukan serta simbol moral-spiritual organisasi dalam membimbing dan menyelesaikan persoalan umat,” ujar KH. Abu Bakar Rahziz.
Ia juga mengingatkan agar kegiatan organisasi tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Empat Bentuk Pembaruan Gerakan
Dalam arahannya, KH. Abu Bakar Rahziz menyampaikan bahwa gerakan An-Nahdliyah perlu diwujudkan melalui empat bentuk pembaruan (islahiyah), yaitu:
Seluruh gerakan ini harus didasari oleh karakter dasar warga Nahdliyin, yaitu tawaddudiyah (saling mencintai), tanasuriyah (saling menolong), dan ta’awuniyah (bekerja sama dalam kebaikan).
Sebagai langkah konkret, PCNU Kota Bekasi berencana membentuk zona kerja dan pembagian bidang yang lebih spesifik untuk memperkuat sinergi antara PCNU dengan Syuriah di tingkat kecamatan agar organisasi berjalan lebih efektif dan terarah.