Surau.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi meluncurkan Program Bantuan Biaya Pendidikan Peserta Didik bagi warga kurang mampu tahun 2025. Program ini dicanangkan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pada Rabu (10/12/2025) di Dyandra Convention Center, Surabaya, sebagai upaya memastikan anak-anak tidak terhambat sekolah karena kesulitan ekonomi.
Dalam peluncuran tersebut, Khofifah menegaskan bahwa pendidikan adalah pijakan penting bagi masa depan generasi muda. Ia juga menyampaikan pesan kepada para pelajar agar tetap percaya diri dan menghormati orang tua serta guru.
“Jangan pernah merasa minder. Kalau berangkat sekolah dibonceng ayah memakai sepeda pun itu adalah bentuk penghormatan. Orangtua dan guru selalu mendoakan agar anak-anak sukses,” ujarnya, dikutip dari situs Pemprov Jawa Timur, Kamis (11/12/2025).
Program ini difokuskan untuk peserta didik dari keluarga kategori desil 1 dan 2. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan bahwa total anggaran yang disiapkan mencapai Rp48 miliar 77 juta.
Bantuan tersebut diberikan kepada 48.077 siswa jenjang SMA, SMK, dan SLB yang berasal dari keluarga kurang mampu dan tidak sedang menerima beasiswa lain agar tidak terjadi tumpang tindih bantuan.
Setiap siswa akan memperoleh bantuan senilai Rp1 juta yang dapat digunakan untuk kebutuhan pendidikan, termasuk seragam, buku, alat tulis, tas, sepatu, paket data, maupun uang saku transportasi. Penyaluran dilakukan melalui virtual account masing-masing siswa sesuai SK Gubernur.
“Program ini adalah wujud hadirnya Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memastikan kemiskinan tidak boleh menjadi penghalang pendidikan anak-anak kita,” jelas Aries.
Adapun rincian penerima bantuan terdiri dari 11.362 siswa SMA, 24.339 siswa SMK, dan 12.376 siswa SLB. Program ini diharapkan memperkuat akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah di seluruh Jawa Timur.(*)