PROBOLINGGO, (Surau.ID) — Ketua terpilih Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Probolinggo, Mohammad Safi’i, mulai mematangkan penyusunan formasi kepengurusan baru melalui musyawarah yang digelar di kawasan Pantai Bentar.
Musyawarah yang berlangsung pada Rabu (5/8/2026) itu menjadi bagian dari tahapan pembentukan kepengurusan periode baru yang diharapkan mampu memperkuat peran KNPI sebagai wadah berhimpunnya organisasi kepemudaan sekaligus menjawab tantangan generasi muda di tengah perkembangan zaman.
Dalam forum tersebut, berbagai masukan dan pertimbangan dibahas sebelum nama-nama pengurus ditetapkan secara resmi. Proses penyusunan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kapasitas, integritas, serta komitmen setiap calon pengurus agar organisasi memiliki sumber daya manusia yang siap bekerja dan berkolaborasi.
Sebagai Ketua Formatur, Safi’i menegaskan bahwa kepengurusan KNPI tidak cukup hanya diisi oleh figur yang memiliki pengalaman organisasi, tetapi juga harus diisi oleh pemuda yang memiliki kesungguhan untuk mengabdi kepada organisasi dan masyarakat.
“Kami ingin memilih orang-orang yang benar-benar memiliki komitmen dalam menjalankan tugas kepengurusan. KNPI harus menjadi wadah kerja dan pengabdian bagi pemuda. Kepengurusan ini tidak boleh berhenti sebagai susunan nama di atas kertas, tetapi harus menghadirkan progres nyata bagi organisasi maupun masyarakat,” ujar Safi’i.
Menurutnya, KNPI memiliki posisi strategis sebagai rumah besar organisasi kepemudaan yang menghimpun berbagai latar belakang dan potensi pemuda. Karena itu, kepengurusan yang akan dibentuk harus mampu memperkuat sinergi antarelemen pemuda serta membangun budaya kolaborasi dalam menjalankan program-program organisasi.
Safi’i menilai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga tuntutan peningkatan kualitas sumber daya manusia mengharuskan organisasi kepemudaan bergerak lebih adaptif, inovatif, dan produktif.
“Pengurus yang dipilih diharapkan memiliki kesungguhan dalam bekerja serta kesiapan untuk terlibat aktif dalam setiap agenda organisasi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Demisioner DPD KNPI Kabupaten Probolinggo, Moh. Taufiq, berharap kepengurusan baru mampu membaca perkembangan situasi nasional dan menerjemahkannya menjadi program-program yang relevan bagi generasi muda.
Menurut Taufiq, pemuda memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan bangsa sehingga KNPI dituntut menjadi ruang pengembangan kapasitas sekaligus laboratorium lahirnya gagasan-gagasan baru.
“Kepengurusan yang akan dibentuk perlu menyesuaikan dengan kondisi dan situasi Indonesia saat ini agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman. Pemuda memiliki posisi penting sebagai penerus bangsa yang akan menentukan arah pembangunan pada masa mendatang,” ujar Taufiq.
Ia juga berharap kepengurusan baru dapat menjaga semangat persatuan di antara organisasi kepemudaan, memperkuat komunikasi lintas organisasi, serta menghadirkan program-program yang berdampak bagi peningkatan kualitas generasi muda di Kabupaten Probolinggo.
“KNPI harus terus menjadi rumah besar bagi pemuda untuk bertukar gagasan, berkolaborasi, dan berkontribusi dalam pembangunan daerah,” tuturnya.
Penyusunan formasi kepengurusan tersebut menjadi langkah awal bagi DPD KNPI Kabupaten Probolinggo untuk membangun organisasi yang lebih solid, inklusif, dan responsif terhadap dinamika kepemudaan. Dengan mengedepankan komitmen dan kolaborasi, kepengurusan baru diharapkan mampu menghadirkan program-program yang tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.