JAKARTA (Surau.ID) – Majelis Ulama Indonesia memperkuat tata kelola organisasi berbasis standar mutu ISO 9001:2015 dan sembilan nilai perkhidmatan saat pembukaan audit eksternal di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan, menegaskan penerapan standar manajemen mutu bertujuan membangun budaya organisasi yang sistematis, transparan, berkelanjutan, serta meningkatkan kepercayaan publik.
MUI mencatatkan diri sebagai organisasi kemasyarakatan Islam pertama yang meraih ISO 9001:2015 sejak 2018 dan kini telah memasuki tahun kedelapan penerapannya.
Prinsip Budaya Mutu Organisasi
Penerapan sistem manajemen mutu didekati melalui konsep Total Quality Management yang menekankan evaluasi berkala dan perbaikan berkelanjutan pada seluruh lini organisasi.
Kepemimpinan partisipatif menjadi kunci utama agar setiap pengambilan keputusan didasarkan pada data faktual, transparan, serta menjadi tanggung jawab bersama seluruh pengurus.
Sembilan Nilai Kepemimpinan MUI
Tata kelola organisasi juga ditopang sembilan nilai perkhidmatan, yakni diniyah, irsyadiyah, istijabiyah, hurriyah, ta’awuniyah, syuriyah, tasamuh, qudwah, dan duwaliyah.
“Nilai-nilai tersebut menjadi kekuatan dalam menjalankan visi MUI, yakni mewujudkan umat terbaik dan negara yang penuh ampunan,” ujar Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan.
Penguatan tata kelola berbasis nilai agama dan standar internasional diharapkan mampu membawa MUI terus memberi pelayanan terbaik bagi kemaslahatan umat.