Yogyakarta (Surau.ID) – Siswa Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen, Kabupaten Pati, menorehkan prestasi internasional dengan meraih medali emas pada ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) 2025. Kompetisi sains terapan berskala internasional itu digelar di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada 18–21 Desember 2025.
Ajang ini diikuti 1.567 tim dari 13 negara. Persaingan ketat tersebut berhasil dilalui tim MA Salafiyah Kajen melalui karya riset inovatif di bidang teknologi pendidikan.
Tim MA Salafiyah Kajen terdiri atas Hilya Mafaza, Sabrina Nazilatur Rohmah, Muhammad Ridwan Arsyad, Nazwa Cahya Mutiara, dan Shofi Aulya Luthfyana. Mereka memikat dewan juri melalui penelitian berjudul “IoT-Based Smart Adaptive Classroom Integrating Smartband and Environmental Sensors for Real-Time Learning Optimization.”
Penelitian ini mengembangkan teknologi ruang kelas cerdas berbasis Internet of Things (IoT). Sistem tersebut mengintegrasikan perangkat smartband dengan sensor lingkungan ruang belajar.
Inovasi ini memungkinkan pemantauan kondisi fisiologis siswa secara real-time. Sistem juga membaca parameter lingkungan kelas, seperti suhu ruangan dan kualitas udara.
Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara otomatis. Hasil analisis digunakan untuk menyesuaikan kondisi ruang belajar agar lebih adaptif dan nyaman.
Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan konsentrasi dan efektivitas belajar siswa. Dengan lingkungan yang lebih ideal, proses pembelajaran diharapkan berlangsung lebih optimal.
Sebagai bentuk perlindungan atas orisinalitas karya, tim peneliti telah mendaftarkan penelitiannya ke Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Langkah ini menunjukkan komitmen madrasah dalam membangun budaya riset yang bertanggung jawab.
Salah satu anggota tim, Hilya Mafaza, menyebut keikutsertaan dalam I2ASPO 2025 sebagai pengalaman berharga. Ia menilai ajang tersebut melatih kemampuan riset, kerja tim, dan presentasi ilmiah.
“Proses penelitian hingga kompetisi melatih kami untuk lebih disiplin, bertanggung jawab, dan berpikir kritis dalam menyelesaikan persoalan nyata di bidang pendidikan. Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus belajar dan berkarya,” ujarnya, Sabtu (27/12/2025).
Tim MA Salafiyah Kajen mendapat pendampingan dari dua guru pembimbing. Isyarotuz Zakiyyah mendampingi bidang biologi, sementara Moch Chamdan Yuwafi membimbing aspek teknologi.
Chamdan menilai penelitian ini mencerminkan kemampuan siswa madrasah dalam menjawab kebutuhan riil dunia pendidikan. Ia menyebut pemanfaatan IoT sangat relevan dengan tantangan pembelajaran modern.
“Pemanfaatan teknologi IoT ini sangat tepat guna untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Medali emas ini menjadi bukti bahwa siswa madrasah mampu melahirkan inovasi yang kompetitif di tingkat internasional,” tuturnya.
Isyarotuz Zakiyyah menambahkan bahwa penelitian ini memiliki pendekatan komprehensif. Menurutnya, aspek fisiologis siswa sering luput dari perhatian dalam proses belajar.
“Kondisi fisik dan lingkungan belajar sangat berpengaruh terhadap konsentrasi dan performa akademik. Penelitian ini mengakomodasi hal tersebut secara ilmiah,” jelasnya.
Prestasi ini menegaskan peran madrasah sebagai ruang tumbuh inovasi dan riset. MA Salafiyah Kajen Pati membuktikan bahwa siswa madrasah mampu bersaing dan berkontribusi di level global.
Sumber: NU Online