Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
23 Mei 2026 | 12:58 WIB
Daerah

Kampus Punya Prodi Gizi tapi Belum Bikin Dapur MBG, Ini Alasan UNEJ

Bambang Kuswandi, Warek IV UNEJ
Bambang Kuswandi, Warek IV UNEJ (Foto: Surau.ID/Ilustrasi).

 

JEMBER (Surau.ID) – Universitas Jember (UNEJ) menyatakan kesiapannya mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah pusat, namun menunda pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga kajian mendalam soal keamanan pangan rampung dilakukan.

Wakil Rektor IV Universitas Jember, Bambang Kuswandi, mengungkapkan bahwa hingga Mei 2026, pihak universitas belum menerima surat penunjukan resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN), dan imbauan yang ada masih bersifat informal.

“Pada prinsipnya, Universitas Jember sangat terbuka. Kami memiliki posisi untuk berperan aktif dalam menyukseskan agenda nasional, termasuk program makan bergizi gratis ini,” ujar Bambang, Selasa (19/05/2026).

Bagi UNEJ, pendirian SPPG bukan sekadar soal penyediaan makanan, melainkan menyangkut integritas keamanan pangan. Bambang menegaskan bahwa kajian berbasis Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) menjadi syarat mutlak sebelum operasional dimulai.

“Jika nanti kami mendirikan SPPG, prinsip zero accident menjadi harga mati. Tidak boleh ada risiko keracunan, dan rantai pasok makanan harus dipastikan dalam kondisi segar serta baik saat diterima,” tegasnya.

Modal Akademis dan Hambatan Anggaran

UNEJ sesungguhnya memiliki modal intelektual yang memadai untuk menopang program ini. Program Studi Gizi di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Prodi Teknologi Hasil Pangan di Fakultas Teknologi Pertanian, serta praktik Zona Kuliner Halal di Fakultas Ekonomi dan Bisnis menjadi tiga pilar yang bisa diintegrasikan sebagai standar operasional SPPG.

Namun, tantangan anggaran menjadi pertimbangan serius. Pendirian satu unit SPPG diestimasi membutuhkan dana antara Rp1 miliar hingga Rp2 miliar, angka yang tidak kecil di tengah tekanan keuangan perguruan tinggi saat ini.

Bambang menyatakan bahwa seluruh agenda tahun 2026 akan difokuskan pada tahap kajian strategis, sementara realisasi pendirian kemungkinan baru dapat dilakukan pada 2027.

“Tahun ini kami fokus pada pengkajian yang komprehensif. Jika harus dilakukan pendirian, maka langkah nyata realisasinya paling memungkinkan dilakukan pada tahun depan,” pungkasnya.

Penulis: Misbahul A
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id