JAKARTA (Surau.ID) — Tim DVI Dokkes Polri telah mengidentifikasi 10 dari 15 korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta yang melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Tim forensik menyelesaikan proses identifikasi pada Selasa (28/4) melalui pencocokan DNA dengan keluarga korban.
“Sepuluh jenazah telah berhasil diidentifikasi,” ujar Karo Dokpol Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Brigjen Eddy Purnama Wirawan, dalam konferensi pers.
Kecelakaan maut tersebut menewaskan 15 orang. Petugas membawa 10 jenazah ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi, sedangkan lima korban lainnya dibawa ke sejumlah rumah sakit di sekitar Stasiun Bekasi Timur.
Berikut identitas 10 korban yang berhasil diidentifikasi:
RS Polri Kramat Jati
Sementara itu, lima korban lain berada di rumah sakit sekitar lokasi kejadian, yakni:
RSUD Kota Bekasi
11. Nuryati (41)
12. Nurlaela (39)
13. Enggar Retno Krisjayanti (35)
RS Bella Bekasi
14. Ristuti Tustirahato
RS Mitra Keluarga Bekasi Timur
15. Adelia Rifani
Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Perhubungan, kecelakaan bermula saat KRL relasi Bekasi–Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85. Insiden itu memaksa petugas mengevakuasi rangkaian KRL dan menetapkannya sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.
Setelah itu, petugas menghentikan satu rangkaian KRL lain dengan kode PLB 5568 yang menuju Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur sebagai langkah pengamanan jalur.
Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta–Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya. Kereta tersebut kemudian menabrak rangkaian KRL PLB 5568 yang sedang berhenti di stasiun, sehingga menyebabkan korban jiwa dan gangguan perjalanan di lintas tersebut.