Istanbul (Sutau.ID) – Menteri Luar Negeri RI Sugiono mendorong penguatan kerja sama ekonomi Indonesia–Turki saat melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istanbul, Sabtu (10/1). Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya mempererat kemitraan strategis kedua negara.
Sugiono hadir bersama Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin. Keduanya menyampaikan hasil Dialog 2+2 Indonesia–Turki yang digelar di Ankara pada Jumat (9/1) kepada Presiden Erdogan.
Dalam pertemuan tersebut, Sugiono menegaskan perlunya peningkatan hubungan ekonomi secara signifikan. Ia menilai potensi kerja sama kedua negara masih sangat terbuka.
“Mengenai hubungan bilateral, kami memandang perlu adanya satu upaya meningkatkan hubungan ekonomi yang lebih besar dan lebih tinggi lagi,” kata Sugiono usai pertemuan dengan Presiden Erdogan di Istanbul.
Isu ekonomi menjadi salah satu fokus utama yang dibahas dalam Dialog 2+2 Indonesia–Turki. Kedua delegasi menilai penguatan sektor perdagangan akan memberi dampak langsung bagi perekonomian nasional masing-masing negara.
Sugiono juga menyampaikan permohonan dukungan Presiden Erdogan terhadap proses pengesahan dan implementasi kesepakatan perdagangan preferensial terbatas antara Indonesia dan Turki. Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi pintu masuk perluasan akses pasar.
“Pada intinya, perjanjian tersebut akan membuka berbagai kesempatan bagi kedua negara untuk bisa meningkatkan potensi yang dimiliki satu sama lain dalam rangka meningkatkan ekonomi masing-masing negara,” ujar Menlu RI.

Selain perdagangan, pembahasan mencakup peluang kerja sama di berbagai sektor strategis. Pemerintah Indonesia melihat potensi besar pada sektor industri, produk halal, dan pertanian.
Kerja sama industri dinilai mampu mendorong transfer teknologi dan peningkatan nilai tambah. Sementara sektor halal dan pertanian dipandang relevan dengan kebutuhan pasar global yang terus berkembang.
Dalam pertemuan itu, Sugiono juga menyampaikan salam Presiden RI Prabowo Subianto kepada Presiden Erdogan. Ia membawa harapan agar Turki terus mendukung penguatan hubungan bilateral Indonesia–Turki di berbagai forum.
Pertemuan tidak hanya membahas agenda bilateral. Sugiono turut menyampaikan perkembangan situasi kemanusiaan di Gaza kepada Presiden Erdogan.
Ia menyoroti pentingnya partisipasi dalam Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Force (ISF). Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk menjaga perdamaian di wilayah yang terdampak agresi Zionis Israel.
Kunjungan kehormatan ini turut dihadiri Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan dan Menteri Pertahanan Turki Yaşar Güler. Kehadiran pejabat tinggi kedua negara mempertegas komitmen bersama memperkuat kerja sama strategis.
Pertemuan dengan Presiden Erdogan berlangsung sehari setelah Dialog 2+2 Indonesia–Turki di Ankara. Forum tersebut membahas penguatan kerja sama di bidang keamanan, perdagangan, ekonomi, pembangunan, hingga energi.
Pemerintah Indonesia berharap hasil pertemuan ini mendorong lonjakan nyata kerja sama ekonomi Indonesia–Turki. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat posisi kedua negara di tengah dinamika global.
