JAKARTA (Surau.ID) – Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina memberikan catatan kritis terkait metode pelatihan berjalan di atas bara api bagi calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan pada Senin, 3 Agustus 2026.
Meskipun mengapresiasi upaya pembangunan keberanian, ia mengingatkan agar institusi penyelenggara jaminan sosial tersebut tetap menjadi teladan utama dalam menerapkan standar keselamatan dan manajemen risiko.
Vita menegaskan bahwa kualitas insan BPJS Ketenagakerjaan diuji melalui integritas, profesionalisme, serta empati nyata dalam melayani peserta, bukan sekadar ketahanan fisik melintasi rintangan ekstrim.
Keberhasilan pegawai ditentukan oleh kecepatan dan mutu pelayanan dalam memastikan hak perlindungan pekerja melalui lima program utama jaminan sosial nasional secara optimal.
Komisi IX DPR RI senantiasa mendukung inovasi pengembangan SDM yang terukur dan sesuai kebutuhan organisasi selama tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta keselamatan kerja.
Kekuatan sebuah institusi publik dinilai dari budaya kerja yang profesional, konsisten menjaga integritas, serta menghadirkan pelayanan terbaik demi merawat kepercayaan masyarakat.
“Ukuran keberhasilan calon pegawai tidak ditentukan oleh keberanian melewati bara api, melainkan oleh integritas dalam mengelola amanah, profesionalisme kerja, serta empati terhadap peserta,” ujar Vita Ervina.
Momentum evaluasi pelatihan ini diharapkan mampu memperkokoh fondasi pelayanan publik yang aman, terukur, serta berorientasi penuh pada kesejahteraan seluruh pekerja di Indonesia.