LUMAJANG (Surau.ID) – Wakil Bupati Lumajang yang juga Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menegaskan agar capaian sebagai Kwarcab Tergiat I Jawa Timur tidak membuat organisasi kepanduan itu terlena. Ia meminta jajaran Pramuka memperluas kontribusi sosial yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Yudha saat menghadiri agenda buka puasa bersama di Sanggar Pramuka, Senin (2/3/2026).
Menurutnya, ukuran keberhasilan organisasi tidak cukup berhenti pada penghargaan dan administrasi, melainkan harus tercermin dari dampak konkret di lapangan.
“Prestasi organisasi harus sejalan dengan dampak sosial. Pramuka harus hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Yudha.
Ia menilai pembinaan kepramukaan tidak semata-mata membentuk kedisiplinan atau keterampilan teknis. Lebih dari itu, gerakan ini harus menumbuhkan karakter yang memiliki empati dan kepekaan sosial. Nilai gotong royong, kepedulian, serta tanggung jawab kolektif, kata dia, perlu diwujudkan melalui aksi nyata.
Menurut Yudha, Pramuka Lumajang memiliki ruang gerak yang luas untuk terlibat dalam berbagai isu strategis daerah. Mulai dari pelestarian lingkungan dan perlindungan ekosistem lokal, peningkatan kesiapsiagaan bencana, hingga kegiatan pemberdayaan masyarakat yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga.
Dengan jaringan hingga tingkat gugus depan, Pramuka dinilai sebagai mitra potensial pemerintah daerah dalam menjalankan program sosial. Karena itu, ia mendorong agar agenda kerja organisasi disusun lebih responsif terhadap kebutuhan riil masyarakat, termasuk melalui bakti sosial dan edukasi publik yang terencana.
“Melalui wadah Pramuka, energi muda dapat disalurkan secara produktif dan berkelanjutan. Kita ingin anggota Pramuka menjadi agen perubahan yang aktif terlibat dalam program pemerintah daerah,” katanya.
Di akhir arahannya, Yudha mengajak seluruh anggota menjadikan Ramadan sebagai momentum refleksi pengabdian. Ia berharap Pramuka Lumajang ke depan tidak hanya dikenal melalui piagam dan gelar, tetapi juga melalui jejak kontribusi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.