LUMAJANG (Surau.ID) – Ancaman krisis air bersih di sejumlah desa Kecamatan Kedungjajang, Lumajang, segera berakhir. Pemkab Lumajang mulai mengoptimalkan pemanfaatan Sumber Mrutu melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional.
Proyek strategis ini dirancang untuk memberikan solusi permanen atas permasalahan kekeringan yang selama ini terjadi setiap tahun. Lima desa telah ditetapkan sebagai penerima manfaat utama pada tahap awal pembangunan infrastruktur tersebut.
Lima desa yang menjadi sasaran pembangunan meliputi Desa Bence, Krasak, Pandansari, Tempursari, serta Desa Sawaran Kulon. Kelima wilayah ini selama ini memang dikenal sebagai daerah yang paling rentan menghadapi kesulitan akses air bersih.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyatakan bahwa pembangunan ini ditargetkan tuntas agar ribuan warga dapat segera menikmati akses air bersih berkelanjutan sebelum akhir tahun 2026.
Langkah ini menandai perubahan pendekatan pemerintah daerah. Jika sebelumnya penanganan kekeringan hanya bersifat darurat, kini pemerintah beralih ke solusi infrastruktur jangka panjang yang lebih kokoh dan mampu menjamin ketersediaan air bagi masyarakat.
“Kabar baik bagi masyarakat, minggu depan pembangunan pemanfaatan Sumber Air Mrutu akan dimulai,” ujar Indah dengan optimis saat meninjau kesiapan rencana proyek tersebut.
Selama ini, warga di kawasan utara Lumajang harus berjuang menghadapi keterbatasan pasokan air bersih. Banyak keluarga yang terpaksa bergantung pada bantuan distribusi air maupun mencari sumber alternatif dengan kapasitas yang sangat terbatas.
Melalui kehadiran SPAM Regional Mrutu, pemerintah berkomitmen menghapus kerentanan tersebut. Sistem distribusi yang dibangun dirancang lebih stabil sehingga mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga secara konsisten sepanjang tahun.
Infrastruktur ini diharapkan menjadi titik balik bagi kemandirian air di wilayah Kecamatan Kedungjajang. Dengan sistem yang terintegrasi, warga tidak lagi perlu cemas akan ketersediaan air bersih, bahkan saat musim kemarau panjang melanda.
Keberhasilan proyek ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam meningkatkan standar hidup masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan dasar yang layak. Ke depan, Pemkab Lumajang terus berupaya memperluas jaringan layanan serupa ke wilayah lain yang masih membutuhkan sentuhan infrastruktur air bersih.