PROBOLINGGO (Surau.ID) – Pemerintah Kota Probolinggo menggelar Bimbingan Teknis Implementasi Konvensi Hak Anak pada Selasa (21/7) guna memperkuat sinergi lintas sektor dalam memberikan perlindungan optimal bagi anak-anak yang memerlukan penanganan khusus.
Kegiatan yang dilangsungkan di Bale Hinggil Convention Hall ini melibatkan 75 peserta dari berbagai instansi, mulai dari aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, psikolog, hingga forum anak daerah untuk merumuskan standar layanan yang komprehensif.
Kepala Dinsos PPPA Kota Probolinggo, Dr. Siti Romlah, menyatakan bahwa penguatan kapasitas kelembagaan ini sangat esensial agar seluruh penyedia layanan memiliki pemahaman yang selaras dengan prinsip-prinsip perlindungan anak yang berstandar nasional maupun internasional.
Pilar Utama Menuju Indonesia Emas
Penyelenggaraan forum strategis ini merefleksikan komitmen daerah dalam menempatkan kesejahteraan anak sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi demi menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045.
Berbagai program inovatif telah digulirkan secara konsisten, mencakup pengawasan kesehatan ibu hamil lewat Siskia Cantik, pemenuhan gizi berimbang, wajib belajar, hingga perluasan akses pendidikan kesetaraan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Komitmen Bersama Lintas Sektor
Keberhasilan mempertahankan predikat Kota Layak Anak Kategori Utama menuntut konsistensi seluruh pemangku kepentingan dalam menerjemahkan regulasi ke dalam aksi nyata di lapangan tanpa berhenti sekadar pada tataran teoretis.
“Jangan berhenti pada teori, tetapi benar-benar diwujudkan dalam pelayanan kepada anak agar daerah ini terus menjadi kawasan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang generasi penerus,” ujar dr. Aminuddin, Wali Kota Probolinggo.
Langkah preventif dan kuratif tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem sosial yang kondusif, sehingga setiap anak di daerah ini memperoleh hak yang setara untuk tumbuh sehat, cerdas, dan terlindungi secara optimal.