Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
02 Agustus 2026 | 11:14 WIB
Daerah

Dari Majelis ke Manuskrip, Tim Pengabdian UNEJ Kembangkan Syi’iran sebagai Eduwisata Religi di Desa Karangrejo

3d001f36 900c 411a a82b 07d5b8f824cd

 

JEMBER, (Surau.ID) – Tradisi syi’iran yang selama ini hidup di tengah majelis sholawat kini didorong menjadi warisan literasi sekaligus potensi eduwisata religi. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk Pengembangan Eduwisata Berbasis Literasi Sastra Religi, Tim Pengabdian Keris Tralis Inkrea Universitas Jember menginisiasi pelestarian dan pengembangan karya-karya syi’iran santri di komunitas Majelis Sholawat Mansub Ratibul Hadad yang melibatkan generasi muda Pendidikan Hadrah Sholawat Mansub di Desa Karangrejo, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, Jumat (31/7/2026).

Program ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemanfaatan sastra religi sebagai media edukasi dan pengembangan potensi desa berbasis nilai-nilai keislaman. Di sisi lain, karya-karya syi’iran yang lahir dari para santri Pendidikan Hadrah Sholawat Mansub belum terdokumentasi secara sistematis sehingga berpotensi hilang seiring berjalannya waktu. Padahal, tradisi tersebut memiliki nilai religius, budaya, dan pendidikan yang besar untuk diwariskan kepada generasi berikutnya.

7f268ee5 ea05 4dcf 8aaf d51e5d08c5a1

Ketua Tim Pengabdian, Dr. Furoidatul Husniah, S.S., M.Pd., menjelaskan bahwa program ini bertujuan mengintegrasikan kegiatan spiritual, literasi, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu konsep pengembangan desa berbasis eduwisata religi.

“Kami ingin syi’iran tidak hanya menjadi bagian dari tradisi majelis, tetapi juga menjadi warisan literasi yang terdokumentasi dengan baik serta mampu memperkuat identitas Desa Karangrejo sebagai desa eduwisata religi,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Qasidah Burdah yang dipimpin Habib Abdullah bin Ahmad Al Hamid selaku khodimul Majelis Sholawat Mansub. Kegiatan berlangsung khidmat bertepatan dengan malam Jumat Wage yang sekaligus menjadi momentum peresmian rutinan Majelis Burdah bagi jamaah Sholawat Mansub.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Akhmad Taufiq, S.S., M.Pd., menyampaikan pentingnya pembacaan sholawat sebagai bentuk dzikir yang mampu menenangkan hati sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia juga mengisahkan sejarah lahirnya Qasidah Burdah sebagai karya sastra Islam yang memiliki nilai spiritual tinggi dan relevan sebagai media penguatan literasi religius di tengah masyarakat.

Prof. Akhmad Taufiq turut memaparkan capaian program pengabdian tahun sebelumnya berupa pelatihan penulisan syi’iran bagi santri Pendidikan Hadrah Sholawat Mansub. Karya-karya tersebut memuat nilai-nilai tauhid, akhlak, serta hubungan manusia dengan Tuhan.

Pada tahun kedua pelaksanaan program, karya-karya syi’iran para santri akan didokumentasikan dan diterbitkan dalam bentuk buku. Publikasi tersebut diharapkan menjadi upaya pelestarian sastra religi, referensi bagi anggota hadrah dalam memahami teks, makna, dan cara penyampaian syi’iran, sekaligus menjadi media dakwah tertulis yang dapat dimanfaatkan oleh sekolah, pesantren, dan masyarakat luas.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama Habib Abdullah bin Ahmad Al Hamid yang memberikan ruang dialog interaktif bagi jamaah untuk memperdalam pemahaman keagamaan. Acara ditutup dengan doa kafaratul majelis dan penampilan hadrah.

Sebagai tindak lanjut, Tim Pengabdian menggelar forum perencanaan Program Pengabdian Desa Binaan tahun kedua. Forum tersebut membahas strategi dokumentasi syi’iran sebagai upaya pelestarian tradisi lisan, penetapan kriteria naskah yang layak diterbitkan, serta mekanisme pengumpulan, penyuntingan, dan validasi karya agar menghasilkan buku yang berkualitas.

Tim juga menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam penyusunan buku, mulai dari tokoh agama sebagai validator substansi, pelatih hadrah sebagai penjaga autentisitas praktik, penulis dan editor sebagai penyusun naskah, pemuda sebagai tim dokumentasi dan digitalisasi, hingga dukungan Pemerintah Desa Karangrejo dalam aspek legalitas dan keberlanjutan program.

7bf2b53e 58f4 4b88 a0ec 5a334f804e39

Melalui penyusunan buku syi’iran berukuran A5 yang dilengkapi identitas lembaga, logo, serta dokumentasi kegiatan majelis, program ini diharapkan mampu memperkuat budaya literasi religius sekaligus mengangkat Desa Karangrejo, Kecamatan Gumukmas, sebagai destinasi eduwisata berbasis kearifan lokal dan nilai-nilai keislaman.

Sinergi antara perguruan tinggi, tokoh agama, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan menjadi model pengembangan desa yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mengembangkan potensi lokal melalui literasi, dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Penulis: Agus Sholeh
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id