Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
02 Februari 2026 | 18:18 WIB
Daerah

Nisfu Syaban, Malam Penuh Ampunan: Makna dan Doa-doa yang Dianjurkan

WhatsApp Image 2026 02 02 at 17.39.53 (1)
Seorang anak khusyuk berdoa dalam hening, ditemani cahaya lembut yang menegaskan ketulusan dan kepasrahan kepada Sang Pencipta. (Foto: Surau.ID)

 

Jember (Surau.ID) – Malam Nisfu Syaban menjadi salah satu momentum spiritual yang dinantikan umat Islam. Malam pertengahan bulan Syaban ini kerap diisi dengan berbagai amalan ibadah, seperti memperbanyak doa, zikir, dan muhasabah diri sebagai bentuk pendekatan kepada Allah SWT menjelang datangnya bulan suci Ramadan.

Berikut ini disajikan kumpulan doa Nisfu Syaban lengkap dengan teks Arab, transliterasi Latin, serta terjemahannya, yang dihimpun dari berbagai literatur keislaman.

Makna Nisfu Syaban

Berdasarkan Jurnal Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember berjudul Tradisi Nisfu Syaban di Pondok Pesantren Bintang Sembilan Dukuh Dempok Jember karya Umi Latifatun Nihayah, Nisfu Syaban merujuk pada pertengahan bulan Syaban dalam kalender Hijriah, tepatnya tanggal 15 Syaban.

Secara etimologis, istilah Nisfu Syaban berasal dari dua kata dalam bahasa Arab, yaitu nisfu yang berarti setengah, dan Syaban yang merupakan bulan kedelapan dalam penanggalan Hijriah. Dengan demikian, Nisfu Syaban bermakna pertengahan bulan Syaban

Keutamaan Malam Nisfu Syaban

Dalam kitab Ihya’ ‘Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali yang diterjemahkan oleh Purwanto, disebutkan bahwa malam Nisfu Syaban memiliki keutamaan tersendiri. Pada malam tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh sebagai bentuk ketaatan dan penghambaan kepada Allah SWT.

“Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Syaban, lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang yang mempersekutukan Allah dan orang yang saling bermusuhan.”
(HR Ibnu Majah, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

Hadis ini juga dinukil dalam buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadan karya Abu Maryam Kautsar Amru.

Doa-doa Nisfu Syaban

Salah satu amalan yang dianjurkan pada malam Nisfu Syaban adalah membaca doa. Dalam sejumlah kitab klasik dan kontemporer, terdapat beberapa redaksi doa yang biasa diamalkan umat Islam pada malam tersebut.

Mengacu pada buku Terjemah dan Fadhilah Majmu’ Syarif karya Rusdianto, Menggapai Berkah di Bulan-bulan Hijriah karya Siti Zamratus Sa’adah, serta Keagungan Rajab dan Syaban karya Abdul Manan bin Haji Muhammad Sobar, berikut dua versi doa Nisfu Syaban yang banyak diamalkan.

Doa Nisfu syaban pertama

اللَّهُمَّ إِذْ أَطْلَعْتَ لَيْلَةَ النَّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ عَلَى خَلْقِكَ، فَعُدْ عَلَيْنَا بِمَنِكَ وَعِنْقِكَ، وَقَدِرْ لَنَا مِنْ فَضْلِكَ وَوَسِعْ رِزْقَكَ، وَاجْعَلْنَا مِمَّنْ يَقُوْمُ لَكَ فِيهَا بِبَعْضٍ حَقِكَ. اللَّهُمَّ مَنْ قَضَيْتَ فِيهَا بِوَفَاتِهِ فَاقْضِ مَعَ ذَلِكَ رَحْمَتَكَ، وَمَنْ قَدَّرْتَ طُولَ حَيَاتِهِ فَاجْعَلْ مَعَ ذَلِكَ نِعْمَتَكَ، وَبَلَغْنَا مَا لَا تَبْلُغُ الْآمَالُ إِلَيْهِ يَا خَيْرَ مَنْ وَقَفَتِ الْأَقْدَامُ بَيْنَ يَدَيْهِ يَارَبَّ الْعَالَمِينَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرٍ خَلْقِهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ

Allaahumma idz athla’ta lailatan-nashfi min sya’baana ‘alaa khalqika, fa ‘ud ‘alainaa bimannika wa ‘itqika, wa qaddir lanaa min fadhlika wa wassi’ rizqaka, waj’alnaa mimman yaquumu laka fiihaa biba’dhi haqqika. Allaahumma man qadhaita fiihaa bi wafaatihi faq-dhi ma’a dzaalika rahmataka, wa man qaddarta thuula hayaatihi faj’al ma’a dzaalika ni’mataka, wa ballighnaa maa laa tablughul aamaalu ilaihi yaa khaira man waqafatil aqdaamu baina yadaihi yaa rabbal ‘aalamiina birahmatika yaa arhamar-raahimiin. Wa shallallaahu ta’aalaa ‘alaa sayyidinaa Muhammadin khairi khalqihii wa ‘alaa aalihii wa shahbihii ajma’iin.

Artinya: “Ya Allah, jika Engkau telah memunculkan malam Nisfu Syaban pada makhluk-Mu maka curahkan atas kami anugerah dan pembebasan-Mu (dari neraka), takdirkanlah untuk kami kebaikan dari keutamaan-Mu, perluaslah curahan rezeki-Mu untuk kami, jadikanlah kami di malam itu termasuk orang yang bangkit melaksanakan hak-Mu. Ya Allah, orang yang Engkau tentukan takdirnya di malam itu dengan kematiannya, maka bersamakanlah dengan rahmat-Mu, dan orang yang Engkau takdirkan berumur panjang maka jadikanlah rahmat-Mu bersamanya, dan sampaikanlah kami pada tujuan mulia yang tidak tercapai oleh angan-angan, wahai sebaik-baik Dzat yang bersimpuh di hadapan-Nya semua telapak kaki, wahai Tuhan sekalian alam, dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Paling Pengasih. Semoga sholawat Allah tercurah pada junjungan kami Nabi Muhammad, sebaik-baik makhluk, dan atas keluarga serta sahabat kesemuanya.”

Doa Nisfu syaban kedua

اللَّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ سِرِّي وَعَلَانِيَتِي فَاقْبَلُ مَعْذِرَتِي، وَتَعْلَمُ حَاجَتِي فَأَعْطِنِي سُؤْلِي، وَتَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي ذَنْبِي اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيْمَانًا يُبَاشِرُ قَلْبِي وَيَقِينَا صَادِقًا حَتَّى أَعْلَمَ أَنَّهُ لَا يُصِيبُنِي إِلَّا مَا كتبت لي وَرَضْنِي بِقَضَائِكَ

Allahumma innaka ta’lamu sirrii wa ‘alaaniyati faqbal ma’dzirati, wata’lamu haajatii fa’thainii suaa-li, wata’lamu maa fii nafsii faghfir lii dzambii. Allahumma innii as-aluka imaanan yubasyiru qalbii wa yaqiinan shaadiqan hattaa a’lamu annahu laa yushiibunii illaa maa katabta lii waraddani biqadhaa-ik.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang tersembunyi dan apa yang tampak dariku, maka terimalah permohonanku. Engkau mengetahui kebutuhanku, maka berilah aku apa yang aku pinta. Engkau mengetahui apa yang ada dalam jiwaku, maka ampunilah dosaku. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu iman yang menenteramkan hatiku dan keyakinan yang tulus hingga aku tahu bahwa tidak akan menimpaku sesuatu kecuali yang telah Engkau tetapkan bagiku, dan jadikanlah aku ridha terhadap ketentuan-Mu.”

Penulis: Badrul Nurul Hisyam
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id