JOMBANG (Surau.ID) — Suasana hari ke tiga Muktamar Nahdatul Ulama Makbaroh Pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Makbaroh KH Abdul Wahab Chasbullah di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada hari Sabtu ramai dikunjungi oleh para peziarah (29/8/2026).
Muktamirin dan peziarah dari berbagai penjuru tanah air tampak berjejal melantunkan doa dan selawat di sekitar pusara pahlawan nasional tersebut.
Di antara lautan peziarah, hadir rombongan besar dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Barat (NTB). Wakil Sekretaris PWNU NTB, Sueb Qury, mengungkapkan bahwa kehadiran rombongan dari bumi Gora tersebut merupakan bentuk ikhtiar spiritual sekaligus perwujudan takzim kepada para muassis (pendiri) NU.
Ia hadir sejak tanggal 25 Agustus bersama rombongan besar dari NTB yang berjumlah sekitar 1.000 orang.
“Ini mencakup perwakilan dari 10 Cabang masing-masing mengirimkan 100 orang ditambah rombongan PWNU sendiri sekitar 100 orang,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa ziarah ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan ajang untuk menyerap kembali keteladanan pemikiran dan perjuangan Mbah Wahab yang orisinal dan visioner.
Menurutnya Kiai Wahab adalah penggagas banyak hal orisinal, baik dalam ranah keilmuan maupun strategi perjuangan.
“Salah satunya adalah gubahan lagu Yalal Wathon (Ya Lal Wathan / Ya Ahlal Wathan), sebuah seruan untuk menanamkan kecintaan pada tanah air sebagai bagian dari iman. Spirit ini menjadi pondasi penting untuk menjaga benteng NU,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan generasi muda NU agar tidak melupakan sejarah pendirian jam’iyah. NU berdiri atas perjuangan totalitas KH Wahab Hasbullah bersama KH M. Hasyim Asy’ari dan KH Bisri Syansuri.
“Kita juga memiliki tanggung jawab moral untuk mempertahankan tradisi Nahdlatul Ulama yang kian hari berpotensi terkikis oleh arus zaman. Jika bukan kita yang memperjuangkan dan merawatnya, siapa lagi, kita tidak boleh membiarkan tradisi luhur ini bergeser,” pungkasnya.
Senada dengan hal tersebut, jajaran pengurus Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Tuban, Hamdan Ramdani, yang turut berziarah di lokasi menyampaikan kesan dan harapannya di tengah riuk-pikuk Muktamar ke-35 ini.
“Berziarah ke makbaroh Kiai Wahab memberikan kedamaian sekaligus cambukan moral bagi kami yang bergerak di bidang kebudayaan. Kiai Wahab mengajarkan kita bahwa dakwah NU itu lentur, berbudaya, namun tetap kokoh dalam prinsip,” katanya.
Hingga Sabtu sore, arus kedatangan para ziarah ke kompleks pemakaman Tambakberas masih terus mengalir seiring dengan agenda pembahasan Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Jombang.