PROBOLINGGO (Surau.ID) — Debat perdana calon Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Probolinggo masa khidmat 2026–2027 resmi digelar di kantor KPU Kota Probolinggo pada Sabtu (5/9/2026). Forum ini menjadi ajang adu gagasan antarcalon dalam menentukan arah gerakan organisasi ke depan.
Dalam forum tersebut, kandidat asal PK PMII Djoyolelono, Sahabat Mustofa, menekankan pentingnya mendobrak pola kaderisasi konvensional.
Menurutnya, proses pembentukan kader tidak boleh sebatas gugur kewajiban di ruang pelatihan formal.
“Kaderisasi jangan hanya selesai di ruang kelas dan forum-forum pelatihan. Kaderisasi harus dipraksiskan, harus turun ke akar rumput, sehingga kader tidak hanya memahami teori tetapi mampu membaca persoalan dan hadir memberikan solusi,” ujarnya.
Mustofa menegaskan bahwa indikator keberhasilan organisasi tidak sebatas diukur dari kuantitas anggota atau banyaknya agenda formal.
“Keberhasilan sejati terletak pada kepekaan sosial serta keberanian kader untuk hadir menuntaskan masalah di tengah masyarakat,” katanya.
Oleh karena itu, ia mendorong PMII Probolinggo agar tidak sekadar berfokus pada penguatan struktur internal. Kader PMII diharapkan mampu menerjemahkan nilai-nilai perjuangan organisasi menjadi aksi nyata yang menyentuh lapisan bawah.
Ajang debat perdana ini tak hanya menjadi panggung pemaparan program kerja, tetapi juga arena dialektika untuk merumuskan posisi strategis PMII Probolinggo dalam merespons isu kemahasiswaan, sosial, dan politik ke depan. Bagi Mustofa, tolok ukur gerakan terletak pada tindakan nyata, bukan sekadar retorika.