PONOROGO (Surau.ID) – Pondok Modern Darussalam Gontor terus meneguhkan komitmennya menjaga ruh serta nilai-nilai dasar lembaga di tengah arus modernisasi menyongsong peringatan 100 tahun pendiriannya pada Rabu (16/9/2026).
Lembaga pendidikan Islam legendaris yang didirikan oleh Trimurti pada tahun 1926 ini membuktikan konsistensinya dalam mengawal pendidikan karakter. Prinsip kebebasan berpikir serta keikhlasan tetap menjadi pijakan utama pengabdian.
Keberhasilan mempertahankan eksistensi melintasi berbagai era pergerakan hingga era digital tidak lepas dari keteguhan memegang sistem kelembagaan yang independen serta berdiri di atas semua golongan.
Kaderisasi dan penguatan ukhuwah Islamiyah terus dijalankan secara berkesinambungan agar nilai-nilai perjuangan para pendiri pondok tetap relevan menjawab tantangan zaman.
Menjaga Konsistensi dan Amanah Pendiri
Pimpinan PMDG menekankan bahwa kekuatan utama pesantren terletak pada nilai, ruh, serta sistem yang berjalan. Pergantian figur kepemimpinan tidak boleh menggeser cita-cita luhur pendirian pondok.
Estafet perjuangan terus dirawat untuk memastikan kilau keikhlasan dan semangat berdikari tetap menjadi kompas utama dalam mencetak generasi perekat umat yang siap mengabdi pada masyarakat.
Refleksi Abad Kedua dan Konsolidasi Perjuangan
Momentum satu abad dimaknai sebagai ajang refleksi mendalam dan penyatuan niat bagi seluruh alumni serta santri. Peringatan ini dirancang sebagai dorongan menguatkan komitmen pengabdian melintasi batas zaman.
“Gontor itu berdiri di atas nilai, ruh, dan sistem. Tokoh boleh berpulang, zaman boleh berubah, tetapi ruh dan cita-cita pendiri tidak boleh bergeser sedikit pun,” ujar Pimpinan PMDG, KH Hasan Abdullah Sahal.
Menatap abad kedua, peradaban yang ditanam dari desa kecil di Ponorogo ini akan terus melangkah maju. Menjaga amanah luhur adalah kunci utama merawat Islam dan membangun dunia.