Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
19 Desember 2025 | 16:50 WIB
Pesantren

Menjelang Bulan Rajab, Ini Niat dan Keutamaan Puasa Sunah Rajab

20251219 164615
Ilustrasi berbuka puasa (Foto: Canva)

 

Surau.ID – Umat Islam sebentar lagi akan memasuki bulan Rajab, salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam. Di bulan ini, umat Muslim dianjurkan memperbanyak amal saleh, salah satunya dengan melaksanakan puasa sunah Rajab.

Melansir NU Online, sebagaimana ditulis Alhafiz K, tata cara puasa Rajab pada dasarnya sama dengan puasa sunah lainnya. Perbedaannya terletak pada lafaz niat yang disesuaikan dengan puasa Rajab.

Adapun niat puasa Rajab yang dibaca pada malam hari adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Rajaba lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Rajab esok hari karena Allah SWT.”

Seperti puasa sunah lainnya, niat puasa Rajab tidak harus dilakukan pada malam hari. Niat juga boleh dibaca pada siang hari, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan dan minum.

Lafaz niat puasa Rajab yang dibaca pada siang hari adalah:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati Rajaba lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Rajab hari ini karena Allah SWT.”

Ketentuan bolehnya niat puasa sunah di siang hari ini berbeda dengan puasa wajib, seperti puasa Ramadan, yang mewajibkan niat sejak malam hari.

Selain tata cara pelaksanaannya, para ulama juga menjelaskan keutamaan puasa di bulan Rajab. Syekh Nawawi al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain menyebutkan bahwa Rajab termasuk bulan yang dianjurkan untuk diisi dengan puasa sunah.

Ia menulis:

والعاشر صوم أيام الأشهر الحرم وهي أربعة المحرم ورجب وذو القعدة وذو الحجة. وأفضل الشهور رمضان ثم المحرم ثم رجب ثم ذو الحجة ثم وذو القعدة ثم شعبان.

Artinya: “Kesepuluh, puasa pada bulan-bulan haram, yaitu empat bulan: Muharram, Rajab, Dzulqa‘dah, dan Dzulhijjah. Bulan paling utama adalah Ramadan, kemudian Muharram, lalu Rajab, kemudian Dzulhijjah, Dzulqa‘dah, dan Sya‘ban.” (Lihat Syekh Nawawi al-Bantani, Nihayatuz Zain, Darul Kutub al-Ilmiyyah, 2002, hlm. 192).

Berdasarkan keterangan tersebut, puasa sunah di bulan Rajab menjadi salah satu amalan yang dianjurkan, sebagaimana puasa sunah di bulan-bulan utama lainnya. Momentum ini dapat dimanfaatkan umat Islam untuk melatih keistiqamahan ibadah sekaligus mempersiapkan diri menuju bulan Ramadan. (*)

Penulis: Khoirul Umam
Editor: Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id