Jakarta, Sirau.ID – Desakan perombakan kabinet kembali menguat menyusul penanganan bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera yang dinilai belum menunjukkan kinerja optimal. Pemerintah didorong melakukan evaluasi menyeluruh terhadap para menteri yang dianggap gagal menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di lapangan.
Direktur Eksekutif Nagara Institute, Akbar Faizal, menilai situasi ini menjadi momentum tepat bagi Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan reshuffle kabinet berbasis kinerja, bukan semata-mata pertimbangan politik.
“Pak Presiden Prabowo, ini saat yang tepat untuk melakukan reshuffle kabinet atas alasan ketidakcakapan menjalankan tugas dan tanggung jawab. Reshuffle bukan karena pertimbangan konfigurasi politik semata,” kata Akbar melalui akun X miliknya, Kamis (18/12/2025).
Menurut Akbar, lemahnya respons pemerintah dalam menangani bencana di Sumatera memperlihatkan persoalan serius pada koordinasi dan kecepatan pengambilan keputusan. Situasi tersebut, kata dia, menjadi indikator ketidakmampuan sebagian menteri dalam menghadapi kondisi darurat yang menuntut kerja cepat, terukur, dan terintegrasi.
“Kami menyaksikan dengan jelas semua ketidakcakapan itu dari cara mereka menangani bencana Sumatera,” ujarnya.
Akbar menegaskan, penanganan bencana seharusnya menjadi ujian paling mendasar bagi kapasitas kepemimpinan dan kemampuan manajerial para pembantu presiden. Ketika respons dinilai lamban dan tidak terkoordinasi, hal itu mencerminkan lemahnya tata kelola pemerintahan.
Ia pun meminta Presiden Prabowo tidak ragu mengevaluasi dan mengganti menteri yang dinilai tidak mampu bekerja efektif dalam situasi krisis. Menurutnya, negara membutuhkan figur-figur yang memahami manajemen pemerintahan dan penanganan darurat secara komprehensif.
“Cari orang yang paham cara bekerja yang benar dan tepat, Pak. Please,” pungkas Akbar.