JAKARTA (Surau.ID) – Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menjadwalkan aksi nasional bertajuk “Evaluasi Total Kabinet Merah Putih” pada 22-24 Juni 2026 yang akan digelar serentak di 300 titik di seluruh Indonesia.
Gerakan besar ini lahir sebagai respons atas berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada rakyat, serta menumpuknya rapor merah dalam tata kelola pemerintahan era Prabowo-Gibran selama masa jabatan berjalan.
Aksi ini merupakan perwujudan peran mahasiswa sebagai agen pengontrol sosial dalam mengawal hak-hak rakyat serta memastikan jalannya roda pemerintahan tetap berada pada koridor konstitusional yang telah ditetapkan.
Menuntut Kedaulatan Konstitusional dan Kesejahteraan
Titik utama aksi di Jakarta akan dipusatkan di Kawasan Patung Kuda, dengan massa yang bergerak dari Sekretariat PB PMII di Jalan Salemba Tengah. Para kader diinstruksikan untuk bergerak satu komando guna menyuarakan tuntutan perubahan yang konkret.
Fokus utama tuntutan meliputi penegakan amanat Pasal 33 UUD 1945, efisiensi struktur kabinet, serta perbaikan sistem ekonomi nasional. Selain itu, massa secara tegas menyoroti kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai perlu segera dievaluasi atau dibubarkan.
Suara Mahasiswa untuk Keadilan Rakyat
Langkah demonstrasi ini menjadi saluran aspirasi bagi para kader PMII di seluruh penjuru Tanah Air untuk menuntut perubahan kebijakan yang lebih adil dan pro-rakyat. Kesejahteraan guru juga menjadi salah satu agenda prioritas dalam deretan tuntutan tersebut.
“Mari kita buktikan bahwa dzikir, pikir, dan amal saleh kita tidak hanya berputar di ruang komisariat, tapi bergetar nyata mengawal hak-hak rakyat, tegaknya Pasal 33 UUD 1945, serta kesejahteraan guru,” ujar pernyataan resmi PB PMII.
Gelombang aksi ini mencerminkan kegelisahan mahasiswa terhadap arah kebijakan nasional. Dengan mengusung enam tuntutan utama, PB PMII berharap pemerintah dapat segera melakukan reset kebijakan agar sejalan dengan amanat konstitusi dan kebutuhan nyata masyarakat luas.