Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
27 Agustus 2026 | 06:47 WIB
Daerah

AQUATERRA UNEJ, Inovasi Smart-Aquaponics untuk Perkuat Ketahanan Pangan di Kepulauan Seribu

480d4c94 302b 4455 9ae1 99b6a2c878e9
Tim FMIPA dan FKEP meraih juara 2 Esai AKTIVA.04 2026

 

JEMBER (Surau.ID) – Keterbatasan lahan dan ketergantungan terhadap pasokan pangan dari daratan menjadi tantangan bagi masyarakat di wilayah kepulauan, termasuk Kepulauan Seribu. Melihat persoalan tersebut, tiga mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) menghadirkan AQUATERRA, inovasi smart-aquaponics berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk mengembangkan budidaya ikan dan pertanian secara mandiri, hemat air, serta ramah lingkungan.

Inovasi tersebut digagas Muhammad Husein Shodiq dari Program Studi Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), bersama Aditya Bintang Imani dan Muhammad Reihan Rafzansani dari Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Keperawatan (FKEP) UNEJ.

Ketua tim, Muhammad Husein Shodiq, menjelaskan AQUATERRA lahir dari keresahan terhadap keterbatasan lahan daratan serta tingginya ketergantungan masyarakat kepulauan terhadap pasokan pangan dari wilayah utama Jakarta.

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan alternatif sistem produksi pangan yang tidak bergantung pada lahan daratan, tetapi mampu memanfaatkan potensi wilayah perairan secara optimal.

“AQUATERRA kami rancang sebagai konsep pertanian akuaponik yang tidak bergantung pada lahan daratan, tetapi memanfaatkan potensi wilayah perairan secara optimal,” jelas Husein.

AQUATERRA menggabungkan tiga teknologi utama, yakni Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), Nutrient Film Technique (NFT), dan Recirculating Aquaculture System (RAS). Ketiga teknologi tersebut dipadukan dalam satu sistem yang memungkinkan kegiatan budidaya ikan dan tanaman berjalan secara terintegrasi.

Teknologi SWRO digunakan untuk mengolah air laut menjadi air tawar yang dapat dimanfaatkan dalam budidaya ikan lele dan tanaman. Sementara NFT membantu menyalurkan nutrisi dari air kolam kepada tanaman. Adapun RAS berfungsi menjaga sirkulasi sekaligus membantu proses pembersihan air secara berkelanjutan sehingga penggunaan air menjadi lebih efisien.

“Secara garis besar, fitur teknologi ini adalah peternakan dan pertanian secara modular yang hemat air, mandiri energi, dan dapat diletakkan mengapung di laut,” tambah Husein.

Tidak hanya mengandalkan sistem pengelolaan air, AQUATERRA juga dirancang menggunakan panel surya sebagai sumber energi. Potensi intensitas sinar matahari yang tinggi di wilayah Kepulauan Seribu dinilai dapat mendukung pemanfaatan energi surya dalam operasional sistem.

Konsep tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan listrik sekaligus memanfaatkan wilayah perairan yang luas sebagai ruang produksi pangan alternatif.

Husein menilai AQUATERRA memiliki peluang untuk mendukung peningkatan produktivitas pangan lokal di kawasan kepulauan. Keberadaan wilayah perairan yang luas serta pengalaman masyarakat dalam praktik urban farming dinilai dapat menjadi modal awal untuk mengembangkan sistem produksi pangan berbasis perairan.

Gagasan tersebut dituangkan dalam karya ilmiah berjudul “AQUATERRA: Inovasi Smart-Aquaponics Berbasis Internet of Things sebagai Solusi Ketahanan Pangan di Kepulauan Seribu”.

Tak hanya menghasilkan gagasan inovatif, karya mahasiswa UNEJ tersebut juga berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Esai AKTIVA.04 2026 yang diselenggarakan Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong, Bengkulu, pada 23 Juli 2026.

Ke depan, Husein bersama tim berharap AQUATERRA dapat dikembangkan lebih lanjut hingga tahap implementasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di berbagai wilayah kepulauan Indonesia.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk menjadikan persoalan yang dihadapi masyarakat sebagai titik awal dalam melahirkan inovasi.

“Jangan hanya mencari ide yang terlihat menarik, tetapi mulailah dari persoalan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Pastikan setiap gagasan didukung oleh data dan sumber yang terpercaya agar solusi yang ditawarkan tidak hanya kreatif, tetapi juga kuat dan relevan,” pungkasnya.

Penulis: Agus Sholeh
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id