Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
09 Juli 2026 | 20:05 WIB
Nasional

Arifah Fauzi: Ruang Publik Wajib Menjunjung Martabat Perempuan

IMG 257
Arifah Choiri Fauzi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Foto: Surau.ID/Ist).

 

JAKARTA (Surau.ID) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, mendorong terciptanya lingkungan publik yang menghormati martabat perempuan serta mendukung penuh kesetaraan gender dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat pada 5 Juli 2026.

Langkah ini mencakup seruan agar setiap karya seni, lagu, hingga komunikasi publik tidak lagi melanggengkan stereotip atau candaan merendahkan terkait pengalaman biologis perempuan, seperti menstruasi, kehamilan, dan keguguran yang harus dihargai.

Perubahan norma sosial menjadi strategi utama dalam pencegahan kekerasan berbasis gender, di mana budaya saling menghormati dan penggunaan bahasa inklusif dianggap krusial untuk membangun lingkungan yang aman bagi semua orang.

Pentingnya Tanggung Jawab dalam Berkesenian

Kebebasan berekspresi di ruang demokrasi tetap harus diimbangi dengan tanggung jawab sosial yang tinggi. Pelaku industri kreatif diharapkan mempertimbangkan dampak pesan terhadap kelompok yang rentan mengalami diskriminasi.

Hal ini menjadi tolok ukur bagi figur publik agar tidak menormalisasi bias gender. Narasi yang disampaikan harus menjadi teladan dalam menjunjung tinggi hak asasi manusia demi menciptakan masyarakat yang benar-benar inklusif.

Membangun Budaya Kesetaraan bagi Masa Depan

Upaya kolektif dari seluruh lapisan masyarakat, mulai dari insan budaya hingga pemimpin daerah, sangat diperlukan untuk menciptakan fondasi pembangunan bangsa yang lebih adil dan setara bagi laki-laki maupun perempuan.

“Kemen PPPA meyakini karya seni dan budaya memiliki kekuatan besar sebagai media edukasi, refleksi sosial, sekaligus penggerak perubahan menuju masyarakat yang lebih inklusif dan setara,” ujar Arifah Fauzi, Menteri PPPA.

Refleksi atas martabat perempuan bukan sekadar slogan, melainkan panggilan nurani bagi kita semua untuk menciptakan ruang di mana setiap individu merasa dihargai. Ketika rasa hormat menjadi fondasi dalam berinteraksi, kita sedang menenun masa depan bangsa yang jauh lebih bijaksana, harmonis, dan bebas dari belenggu ketidakadilan yang membayangi kemajuan perempuan.

Penulis: Misbahul A
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id