JAKARTA (Surau.ID) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, mendorong terciptanya lingkungan publik yang menghormati martabat perempuan serta mendukung penuh kesetaraan gender dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat pada 5 Juli 2026.
Langkah ini mencakup seruan agar setiap karya seni, lagu, hingga komunikasi publik tidak lagi melanggengkan stereotip atau candaan merendahkan terkait pengalaman biologis perempuan, seperti menstruasi, kehamilan, dan keguguran yang harus dihargai.
Perubahan norma sosial menjadi strategi utama dalam pencegahan kekerasan berbasis gender, di mana budaya saling menghormati dan penggunaan bahasa inklusif dianggap krusial untuk membangun lingkungan yang aman bagi semua orang.
Pentingnya Tanggung Jawab dalam Berkesenian
Kebebasan berekspresi di ruang demokrasi tetap harus diimbangi dengan tanggung jawab sosial yang tinggi. Pelaku industri kreatif diharapkan mempertimbangkan dampak pesan terhadap kelompok yang rentan mengalami diskriminasi.
Hal ini menjadi tolok ukur bagi figur publik agar tidak menormalisasi bias gender. Narasi yang disampaikan harus menjadi teladan dalam menjunjung tinggi hak asasi manusia demi menciptakan masyarakat yang benar-benar inklusif.
Membangun Budaya Kesetaraan bagi Masa Depan
Upaya kolektif dari seluruh lapisan masyarakat, mulai dari insan budaya hingga pemimpin daerah, sangat diperlukan untuk menciptakan fondasi pembangunan bangsa yang lebih adil dan setara bagi laki-laki maupun perempuan.
“Kemen PPPA meyakini karya seni dan budaya memiliki kekuatan besar sebagai media edukasi, refleksi sosial, sekaligus penggerak perubahan menuju masyarakat yang lebih inklusif dan setara,” ujar Arifah Fauzi, Menteri PPPA.
Refleksi atas martabat perempuan bukan sekadar slogan, melainkan panggilan nurani bagi kita semua untuk menciptakan ruang di mana setiap individu merasa dihargai. Ketika rasa hormat menjadi fondasi dalam berinteraksi, kita sedang menenun masa depan bangsa yang jauh lebih bijaksana, harmonis, dan bebas dari belenggu ketidakadilan yang membayangi kemajuan perempuan.