JAKARTA (Surau.ID) – Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Putri (Kopri) PMII terus berupaya mempertegas jati diri gerakan perempuan melalui landasan ideologi Aswaja An-Nahdliyah. Di tengah dinamika organisasi tahun 2026, nilai-nilai ini tetap menjadi kompas utama dalam mewujudkan kesetaraan gender yang inklusif serta bebas dari segala bentuk kekerasan.
Gerakan ini menggabungkan nilai keislaman moderat dengan keindonesiaan yang matang. Hal ini menjadi pedoman utama bagi kader dalam merumuskan paradigma serta strategi perubahan sosial yang berkeadilan bagi perempuan di kampus dan ruang publik.
Kopri memandang bahwa perjuangan perempuan harus berakar kuat pada nilai-nilai tradisi, namun tetap adaptif dalam merespons realitas sosial guna menciptakan peradaban yang lebih berkelanjutan.
Implementasi Dialektis Aswaja dalam Gerakan
Cara berpikir perempuan Aswaja An-Nahdliyah dibangun melalui pendekatan dialektis yang memadukan dalil naqli (doktrin), aqli (rasio), dan waqi’ (empiris). Pendekatan ini menolak paham rasionalisme murni maupun tekstualisme yang sempit dalam memandang realitas.
Di tahun 2026, metode ini menjadi semakin krusial bagi kader Kopri. Dengan menghadapi berbagai isu kontemporer seperti tantangan digitalisasi dan pengawalan kebijakan pendidikan, kader didorong untuk memiliki basis nilai yang utuh agar tetap relevan dalam merespons tantangan zaman tanpa kehilangan akar ideologinya.
Sikap Moderat dalam Menjaga Pluralitas
Di tengah dunia yang semakin majemuk, Kopri mengambil posisi aktif sebagai penjaga harmoni. Spirit moderasi dan toleransi menjadi kunci dalam menghargai keanekaragaman budaya serta menolak segala bentuk sikap yang mengancam pluralitas.
“Gerakan Perempuan Aswaja dapat memainkan peran yang signifikan dalam membangun peradaban dunia yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan melalui pemberdayaan perempuan,” ujar Pengurus Besar Kopri PMII, Mamay Muthmainnah.
Sejalan dengan semangat baru pasca-pelaksanaan berbagai konferensi wilayah di tahun 2026, perjuangan Kopri merupakan bentuk perlawanan terhadap ketidaksetaraan dengan cara yang bijak namun transformatif.
Dengan memadukan keteguhan prinsip dan keterbukaan sikap, Kopri terus berupaya menghadirkan ruang yang aman dan berkeadilan bagi seluruh perempuan di tengah riuhnya tantangan zaman yang semakin kompleks.