Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
20 Juni 2026 | 13:50 WIB
Pesantren

Buya Husein Muhammad: Sang Kiai Pembela Kesetaraan Gender

IMG 20
KH Husein Muhammad, tokoh pemikir feminisme Islam (Foto: Surau.ID/Ist).

 

CIREBON (Surau.ID) – KH Husein Muhammad, atau akrab disapa Buya Husein, merupakan tokoh feminis Islam visioner yang konsisten memperjuangkan hak-hak perempuan melalui pendekatan kritis terhadap teks-teks keagamaan dan kitab klasik pesantren.

Lahir di Cirebon pada 1953, Buya Husein menempuh pendidikan di pesantren serta Universitas al-Azhar, Mesir. Pengalaman intelektual ini mendasarinya dalam mengurai persoalan gender dengan perspektif keilmuan Islam yang mendalam dan inklusif.

Pemikiran beliau menjadi jembatan penting dalam meluruskan bias patriarki di lingkungan pesantren, memastikan bahwa Islam hadir sebagai agama yang memuliakan kemanusiaan tanpa diskriminasi, serta memberikan ruang keadilan bagi perempuan di Indonesia.

Teologi Tauhid dan Keadilan

Buya Husein menekankan bahwa perjuangan kesetaraan gender berakar pada semangat tauhid. Menurutnya, Islam menolak segala bentuk penghambaan kepada selain Allah, yang artinya manusia termasuk perempuan harus bebas dari penindasan, subordinasi, dan eksploitasi oleh sesama manusia.

Dalam karyanya, seperti Fikih Perempuan, beliau mengkritik penafsiran tradisional yang diskriminatif. Ia menawarkan konsep “Maskulinitas Profetik” yang mengedepankan nilai kasih sayang, keadilan, serta kesetaraan, menggantikan pola maskulinitas tradisional yang cenderung patriarkis.

Gerakan Nyata dan Warisan Intelektual

Selain melalui tulisan, Buya Husein terlibat langsung dalam aksi lapangan dengan mendirikan lembaga seperti Fahmina Institute, Puan Amal Hayati, dan RAHIMA. Langkah strategis ini memperkuat posisi beliau sebagai sahabat aktivis perempuan dalam menyuarakan isu keadilan sosial.

“Buya Husein adalah seorang feminis laki-laki yang menyadari ketimpangan dan ketidakadilan gender, serta menjadi sahabat dalam menyebarkan gagasan di kalangan pesantren,” ujar Muhammad Faishol Hamim dalam catatan biografinya.

Melalui metode ijtihad yang berbasis pada maqashid al-syari’ah dan analisis sosio-historis, Buya Husein telah membuka cakrawala baru bagi umat. Warisan pemikiran beliau tetap menjadi inspirasi utama bagi generasi muda NU dalam merawat semangat keberagaman, keadilan, dan kesetaraan dalam beragama maupun bermasyarakat.

Penulis: Misbahul A
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id