Tangerang Selatan (Surau.ID) — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Korea Institute of Science and Technology (KIST) mendorong pengembangan pertanian cerdas di Indonesia melalui teknologi Smart Greenhouse. Kolaborasi riset Indonesia-Korea tersebut diarahkan untuk menyesuaikan teknologi pertanian presisi Korea dengan iklim tropis dan kebutuhan sektor pertanian Indonesia.
Pengembangan teknologi itu menjadi salah satu fokus dalam Seminar Internasional BRIN-KIST ODA bertema “International Joint Cooperation and Future Partnership: Strengthening Indonesia–Korea Collaboration in Smart Greenhouse Technology, Research, and Innovation” yang berlangsung di Kawasan Sains dan Teknologi B.J. Habibie Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (13/8).
Kepala Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan BRIN, Nugroho Adi Sasongko, mengatakan kolaborasi tersebut tidak sekadar membangun fasilitas pertanian modern. BRIN dan KIST juga berupaya mentransfer serta melokalisasi teknologi smart farming Korea agar dapat bekerja secara optimal dalam kondisi iklim dan lingkungan pertanian Indonesia.
“Smart Greenhouse ini mengintegrasikan sensor lingkungan, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), fertigasi otomatis, kontrol lingkungan, dan pengelolaan tanaman berbasis data guna meningkatkan produktivitas, kualitas produk, efisiensi sumber daya, serta keberlanjutan,” katanya.
Menurut Nugroho, seminar internasional tersebut menjadi ruang untuk mengevaluasi capaian proyek sekaligus membahas keberlanjutan kerja sama kedua negara. Forum itu juga membahas strategi transfer dan lokalisasi teknologi, pengelolaan inovasi dan kekayaan intelektual, serta peluang pengembangan kolaborasi dalam pertanian cerdas, manufaktur maju, dan sistem pangan berkelanjutan.
Ia menilai ketiga bidang tersebut memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional. Pemanfaatan riset dan inovasi, kata dia, dapat mendorong produktivitas sekaligus memperkuat daya saing dan ketahanan pangan.
“Melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi, ketiga bidang ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, daya saing, dan ketahanan pangan nasional,” harapnya.
Dari sisi pengembangan industri, Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN, Cuk Supriyadi Ali Nandar, mengatakan kerja sama dengan KIST turut mendorong penguatan teknologi manufaktur dan sistem industri berkelanjutan di Indonesia.
Cuk menilai pengembangan teknologi pertanian cerdas membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, kementerian terkait, lembaga perencanaan, akademisi, hingga pelaku usaha perlu membangun dukungan bersama agar teknologi hasil riset dapat diterapkan secara luas.
“Melalui dukungan Bappenas, kementerian terkait, akademisi, dan sektor swasta, fasilitas ini diharapkan dapat mempercepat alih teknologi pertanian presisi serta mendukung ketahanan pangan Indonesia di tengah tantangan perubahan iklim global,” harapnya.
Selain teknologi dan operasional fasilitas, BRIN juga menempatkan perlindungan kekayaan intelektual sebagai bagian penting dalam kerja sama tersebut. Ketua Kelompok Riset Keberlanjutan Industri dan Optimasi Produk – PRSIMB BRIN, Dudi Iskandar, mengatakan kolaborasi Indonesia-Korea harus memastikan hasil riset dapat memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.
“Melalui keterlibatan Korea Invention Promotion Association (KIPA), para periset kedua negara dilatih untuk mengelola hak paten bersama, lisensi, dan komersialisasi teknologi agar inovasi yang dihasilkan memberikan dampak ekonomi yang nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.
Seminar BRIN-KIST menghadirkan tiga pembicara, yakni Lee Ju Young dari KIST, Jarot Indarto selaku Direktur Pangan dan Pertanian Kementerian Perencanaan Nasional/Bappenas, serta Dudi Iskandar dari PRSIMB BRIN.
Lee Ju Young memaparkan perkembangan Smart Greenhouse BRIN, termasuk proses transfer teknologi, kemajuan pembangunan fasilitas, dan rencana pengembangannya. Sementara itu, Jarot Indarto membahas peta jalan pertanian cerdas Indonesia serta peluang memperluas kerja sama dengan Korea.
Dudi Iskandar memaparkan kesiapan BRIN dalam mendukung proses transfer teknologi, pengoperasian fasilitas, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan kolaborasi pada tahap berikutnya.
Melalui kerja sama tersebut, BRIN dan KIST menargetkan peningkatan kapasitas pengoperasian teknologi Smart Greenhouse, penyusunan rekomendasi tindak lanjut, serta penguatan kemitraan riset Indonesia-Korea. Kolaborasi itu diharapkan dapat mempercepat pengembangan pertanian berkelanjutan sekaligus membantu Indonesia menghadapi tantangan perubahan iklim dan kebutuhan akan ketahanan pangan.