Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
18 Agustus 2026 | 21:57 WIB
Nasional

BRIN Buka Jalan Riset Material Menuju Industri dan Kebutuhan Bangsa

Gedung BRIN
Gedung BRIN Tangerang Selatan. {Foto: BRIN}

 

Tangerang Selatan (Surau.ID) — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong peneliti material agar membawa hasil riset dari laboratorium ke penerapan nyata. Upaya tersebut menjadi salah satu fokus dalam Materials Talks ORNM BRIN yang digelar oleh Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material (ORNM) di Graha Widya Bhakti, Kawasan Sains dan Teknologi (KST) B.J. Habibie, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (19/8).

Forum bertema “Dari Laboratorium ke Dampak bagi Bangsa: Membaca Peran Riset Material dari Perspektif Sains, Industri/Bisnis, dan Global” itu mempertemukan peneliti, akademisi, pelaku industri dan dunia usaha, serta pemangku kepentingan dari perspektif global dan kebijakan. Mereka membahas cara mempercepat pemanfaatan riset material agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan pembangunan nasional.

Kepala ORNM BRIN, Ratno Nuryadi, menilai material memegang posisi penting dalam perkembangan teknologi. Karena itu, ia meminta ORNM memperkuat riset yang berangkat dari kebutuhan nyata tanpa meninggalkan pengembangan kompetensi inti.

“Material adalah kunci bagi kemajuan teknologi. ORNM BRIN perlu meningkatkan leverage riset material melalui riset berbasis kebutuhan, dengan tetap memperkuat kompetensi inti, memperluas kolaborasi, dan meningkatkan dampak,” kata Kepala ORNM BRIN, Ratno Nuryadi.

Menurut Ratno, peneliti tidak dapat bekerja sendiri untuk menghasilkan inovasi yang benar-benar memberi manfaat. Ia mendorong komunitas ilmiah, pemerintah, industri, dunia usaha, dan masyarakat membangun kolaborasi sejak proses pengembangan riset hingga penerapannya.

Kolaborasi tersebut menjadi semakin penting karena Indonesia membutuhkan inovasi material untuk menopang berbagai sektor strategis dalam satu dekade mendatang. Bidang energi, kesehatan, lingkungan, pertahanan, pangan, semikonduktor, hingga manufaktur membutuhkan pengembangan material yang mampu menjawab persoalan spesifik di lapangan.

Menjembatani Riset dan Dunia Nyata

Salah satu persoalan yang mengemuka dalam Materials Talks adalah valley of death. Istilah ini menggambarkan kesenjangan antara hasil penelitian yang telah menunjukkan potensi secara ilmiah dengan kemampuan teknologi tersebut untuk memasuki tahap implementasi dan digunakan secara luas.

Kesenjangan itu membuat sebagian hasil riset berhenti pada prototipe atau laboratorium. Untuk mengatasinya, para pemangku kepentingan perlu membangun jalur yang menghubungkan penelitian dengan kebutuhan industri dan pasar.

Forum tersebut membahas sejumlah instrumen yang dapat membantu menutup kesenjangan itu, mulai dari validasi teknologi, dukungan pendanaan, pelaksanaan pilot project, regulasi, hingga pembukaan akses pasar. Dengan pendekatan tersebut, peneliti tidak hanya mengejar keberhasilan ilmiah, tetapi juga mempertimbangkan peluang penerapan sejak awal.

BRIN juga mendorong perubahan cara mengukur keberhasilan riset. Publikasi ilmiah dan paten tetap penting, tetapi keduanya tidak cukup untuk menggambarkan dampak sebuah penelitian.

Keberhasilan riset material juga perlu terlihat melalui lahirnya prototipe, peningkatan tingkat kesiapan teknologi, lisensi, adopsi oleh industri, penciptaan nilai ekonomi, manfaat sosial, serta kontribusi terhadap penyelesaian persoalan nasional.

Menentukan Ukuran Riset yang Berdampak

Dalam format talk show interaktif, peserta dan panelis membahas sejumlah pertanyaan strategis, seperti definisi riset yang berdampak, ekspektasi masing-masing sektor, tantangan yang mereka hadapi, indikator keberhasilan, hingga strategi menutup valley of death.

Pembahasan tersebut sekaligus diarahkan untuk menentukan bidang riset material yang perlu Indonesia prioritaskan. BRIN ingin pengembangan riset tidak hanya menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga memperkuat kapasitas nasional dan menjawab kebutuhan strategis bangsa.

Pada bagian akhir, forum mendorong setiap perspektif untuk merumuskan kontribusi konkret. Para panelis akan menyampaikan bentuk kontribusi yang dapat mereka lakukan untuk mempercepat pemanfaatan riset material bagi kebutuhan masyarakat, industri, dan pembangunan nasional.

Dengan pendekatan lintas sektor tersebut, BRIN berupaya membangun ekosistem riset yang tidak berhenti ketika penelitian selesai. Tantangannya bukan hanya menghasilkan temuan dari laboratorium, tetapi memastikan temuan tersebut memiliki jalan menuju teknologi yang digunakan, industri yang tumbuh, dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Penulis: Adi Purnomo Suharno
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id