JAKARTA (Surau.ID) – Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima kunjungan Presiden ke-8 Singapura, Halimah Yacub, di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Rabu (15/7/2026), untuk membahas praktik baik moderasi beragama di kedua negara.
Dalam pertemuan tersebut, Menag memperkenalkan Terowongan Silaturahmi sebagai simbol nyata toleransi dan kolaborasi antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. Infrastruktur ini merupakan manifestasi semangat hidup berdampingan secara harmonis bagi dunia.
Menag menekankan bahwa rumah ibadah harus berfungsi sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Selain itu, beliau memaparkan program kaderisasi ulama masa depan yang memiliki kompetensi global melalui pendidikan di Amerika Serikat dan Mesir.
Simbol Toleransi Dunia
Terowongan yang menghubungkan Istiqlal dan Katedral bukan sekadar bangunan fisik, melainkan mitra kolaborasi dalam bidang sosial dan kemanusiaan. Model interaksi ini bertujuan agar Indonesia menjadi referensi dunia dalam mempromosikan kerukunan antarumat beragama yang inklusif dan aktif.
Selain itu, Masjid Istiqlal kini menerapkan konsep pemberdayaan masyarakat berbasis masjid. Program ini didukung oleh jejaring internasional untuk mencetak imam dari Indonesia yang fasih berbahasa asing serta mampu berdakwah di kancah global.
Harapan untuk Kolaborasi Global
Halimah Yacub memberikan apresiasi tinggi terhadap model harmoni Indonesia yang dinilai sebagai inspirasi bagi dunia. Beliau berharap kedua negara dapat memperkuat kerja sama untuk memproyeksikan nilai-nilai keberagaman ke tingkat regional hingga internasional.
“Dunia saat ini sedang mencari model yang dapat dijadikan inspirasi. Apa yang dilakukan di Istiqlal dan Katedral adalah manifestasi yang sangat penting,” ujar Halimah Yacub, Presiden ke-8 Singapura.
Pertemuan ini menegaskan bahwa diplomasi keagamaan merupakan jalan perdamaian paling efektif untuk membangun kepercayaan global. Menag mengusulkan agar pendekatan ini turut diintegrasikan ke dalam jalur diplomasi formal guna memperkokoh kemanusiaan di masa depan.