PROBOLINGGO (Surau.ID) – Santri Madrasah Diniyah Ar-Razaq, Desa Bucor Kulon, Pakuniran, mengikuti kegiatan belajar materi Aswaja pada Kamis, 02 Juli 2026, sebagai upaya membentengi akidah sekaligus membentuk karakter santri yang moderat dan toleran.
Madin Ar-Razaq secara konsisten menyelenggarakan KBM lima hari dalam sepekan, kecuali Jumat dan Minggu. Fokus khusus materi Aswaja terjadwal secara bertahap bagi santri kelas dua, tiga, hingga kelas empat.
Pada hari ini, pendalaman materi difokuskan bagi santri kelas empat yang merupakan tingkat akhir. Pengajaran dikemas melalui perpaduan kitab tradisional pesantren dan media visual, menghubungkan dalil agama dengan realitas kultur masyarakat setempat secara konkret.
Standar Keilmuan Pesantren Lirboyo
Pembelajaran ini menerapkan kurikulum berbasis pedoman ke-NU-an yang dikeluarkan oleh LBM Madrasah Hidayatul Mubtadi’in Lirboyo, Kediri. Referensi otoritatif ini menjadi kompas utama dalam menjaga kemurnian ajaran Ahlussunnah wal Jamaah di madrasah.
Penggunaan standar Lirboyo menjamin transmisi ilmu yang memiliki sanad jelas dan teruji secara metodologis. Hal ini sangat krusial dalam membentuk sikap santri yang moderat (tawasuth), seimbang (tawazun), adil (i’tidal), dan toleran (tasamuh) dalam kehidupan sosial.
Internalisasi Nilai Moderasi Santri
Kegiatan di kelas empat ini tidak hanya menyasar aspek teoretis, tetapi juga mengedepankan interaksi aktif melalui diskusi kelompok terkait studi kasus sehari-hari. Langkah ini terbukti efektif meningkatkan antusiasme dan pemahaman santri terhadap moderasi beragama.
“Metode pengajaran yang diberikan sangat membantu kami memahami ajaran Aswaja dengan cara yang menyenangkan dan mudah diterapkan dalam pergaulan sehari-hari,” ujar Hafidzah Abida Dania, salah satu santri kelas empat.
Ikhtiar dari Desa Bucor Kulon ini mencerminkan komitmen pendidikan dalam melahirkan generasi yang harmonis. Melalui ketekunan santri dalam mengkaji materi Aswaja, diharapkan mereka mampu menjadi pelita bagi kemajuan akhlak di lingkungannya dan menjadi benteng bagi ajaran Islam yang rahmatan lil alamin di tengah arus zaman.