Pamekasan (Surau.ID) – Haji Her, pengusaha Madura dan figur sentral Bawang Emas Grup, memfasilitasi konser gratis Valen, putra daerah Pamekasan yang tampil di ajang Dangdut Akademi (D7) televisi nasional. Konser yang digelar di Pamekasan itu menarik perhatian luas dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
Ribuan warga memadati lokasi sebagai bentuk dukungan terhadap prestasi Valen di tingkat nasional. Acara berlangsung tertib dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
Di balik antusiasme tersebut, peran Pemerintah Kabupaten Pamekasan menjadi sorotan. Sejumlah pihak menilai kehadiran pemerintah daerah belum tampak maksimal dalam momentum apresiasi anak daerah.
Aktivis Madura, Holili, mengapresiasi inisiatif Haji Her yang memfasilitasi konser tersebut. Namun, ia menyoroti sikap pemerintah daerah yang dinilai terlalu berhati-hati dengan merujuk pada Peraturan Daerah (Perda) tentang hiburan.
“Perda seharusnya berfungsi mengatur, bukan menutup ruang apresiasi. Ketika anak daerah berprestasi di level nasional, negara idealnya hadir,” kata Holili, Selasa, 31 Desember 2025.
Menurut Holili, pemerintah daerah tidak memfasilitasi penyambutan atau agenda apresiasi resmi bagi Valen. Ia menilai pendekatan administratif yang kaku berpotensi membatasi ekspresi kebanggaan masyarakat.
“Apa yang dilakukan Haji Her justru membuktikan bahwa kegiatan hiburan masih bisa berjalan tertib dan menghormati nilai lokal. Ini menunjukkan bahwa masalahnya bukan pada regulasi, melainkan pada kemauan mengambil kebijakan,” ujarnya.
Kekosongan peran tersebut kemudian diisi oleh Haji Her. Melalui kapasitas personal dan jejaring sosialnya, ia memfasilitasi konser Valen D7 dengan konsep gratis dan terbuka.
Holili berharap pemerintah daerah dapat menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi. Ia menilai dukungan terhadap talenta lokal penting bagi semangat generasi muda Pamekasan.
Sementara itu, kiprah Haji Her dikenal tidak hanya di bidang usaha. Ia juga aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat Madura.