MALAYSIA (Surau.ID) – Institut Agama Islam KH Ahmad Hasyim Muzadi Malang memperluas jejaring kerja sama internasional melalui kunjungan akademik ke Malaysia dan Thailand pada 20–23 Oktober 2026.
Lawatan yang dipimpin Rektor IAIHM Malang Dr Laily Abida ini bertujuan memperkuat kolaborasi riset, membuka akses beasiswa, serta merancang program pengabdian mahasiswa lintas negara berbasis pesantren.
Langkah strategis ini mencakup silaturahmi ke Institut Kefahaman Islam Malaysia, KBRI Kuala Lumpur, hingga Kolej Islam Syeikh Daud Al-Fathani di Yala, Thailand Selatan.
Kemitraan Akademik dan Legalitas Program
Pertemuan dengan pimpinan IKIM di Kuala Lumpur berfokus pada pengembangan riset bersama, publikasi jurnal bereputasi, serta integrasi kurikulum pesantren dengan sistem pendidikan modern.
Selain itu, delegasi mempelajari pengelolaan dakwah digital berbasis teknologi sebagai referensi penyebaran nilai Islam moderat ke media yang lebih luas.
Delegasi juga berkonsultasi dengan KBRI Kuala Lumpur untuk memastikan kepastian hukum program mahasiswa, seperti penyesuaian KKN mandiri menjadi PPL di Community Learning Center.
Peluang Beasiswa dan Pengabdian Lintas Negara
Rangkaian lawatan berlanjut ke Yala untuk menjajaki program pengabdian masyarakat sekaligus membuka kesempatan beasiswa bagi lulusan KISDA yang ingin berkuliah di IAIHM Malang.
“Memang tujuan kami di sini selain bersilaturahmi, juga untuk memperkuat antarperguruan tinggi yang berada di bawah nilai-nilai Islam, khususnya di pesantren,” ujar Rektor IAIHM Malang, Dr Laily Abida, S.Psi., M.Psi., Psikolog.
Melalui sinergi internasional ini, nilai-nilai pendidikan Islam Wasathiyah diharapkan dapat terus menebar manfaat luas serta memperkokoh persaudaraan antabangsa di kawasan Asia Tenggara.