Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
25 Maret 2026 | 20:31 WIB
Nasional

Iran Tolak Negosiasi Selama AS Tak Ubah Sikap

IMG 20260325 WA0028
Rentetan roket diluncurkan dari Iran ke arah Israel (Foto: ANTARA/Anadolu/pri).

 

JAKARTA (Surau.ID) – Pemerintah Iran menegaskan tidak akan membuka perundingan dengan Amerika Serikat selama Washington belum mengubah sikap terhadap rakyat Iran.

Juru bicara Markas Pusat Khatam Al-Anbiya militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, menyatakan negosiasi hanya mungkin terjadi jika menjadi kehendak Teheran dan AS menghentikan segala niat tindakan terhadap Iran.

“Perundingan hanya akan terjadi jika itu adalah kehendak kami dan jika niat untuk bertindak melawan rakyat Iran sepenuhnya dihilangkan,” kata Zolfaghari, Rabu (25/03/2026), seperti dikutip kantor berita Tasnim.

Ia menegaskan kondisi normal tidak akan kembali sebelum sikap tersebut berubah. “Hingga itu menjadi kehendak kami, tidak ada yang akan kembali normal. Ini hanya akan terjadi ketika niat untuk bertindak melawan rakyat Iran sepenuhnya dihapus dari pikiran kotor kalian,” ujarnya.

Zolfaghari juga menekankan Iran tidak akan bernegosiasi dengan pihak yang dianggap bermusuhan. “Kata pertama dan terakhir kami, sejak hari pertama, adalah kami tidak akan pernah bernegosiasi dengan pihak seperti kalian. Tidak sekarang dan tidak akan pernah,” katanya.

Klaim Proposal Damai dan Eskalasi Konflik

Di tengah ketegangan, laporan The New York Times menyebut Washington telah mengajukan rencana 15 poin kepada Teheran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah. Proposal itu disebut muncul seiring meningkatnya dampak konflik terhadap ekonomi AS.

Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Iran terkait isi maupun penerimaan proposal tersebut.

Konflik meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran pada 28 Februari, termasuk di Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan serta korban sipil.

Sebagai respons, Iran melakukan serangan balasan ke wilayah Israel dan target militer AS di kawasan Timur Tengah.

AS dan Israel semula menyebut serangan itu sebagai langkah pencegahan terhadap ancaman program nuklir Iran. Namun, belakangan keduanya menyatakan tujuan operasi juga mencakup upaya perubahan rezim di Iran.

Penulis: Adi Purnomo Suharno
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id