PROBOLINGGO (Surau.ID) – Pengurus Anak Cabang Jami’ah Qurro’ wal Huffadh (JQH) Tiris Barat menggelar kegiatan tadarus serentak ke sejumlah Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di wilayah setempat dalam rangka mengisi Ramadan, Kamis, 20 Februari 2026.
Salah satu pelaksanaan yang menarik perhatian berlangsung di TPQ Miftahul Qur’an, Desa Tegalwatu. Berbeda dengan tradisi tadarus yang identik dengan penggunaan pengeras suara, kegiatan di TPQ tersebut justru dilaksanakan tanpa speaker.
Pengelola TPQ Miftahul Qur’an, Ustadz M. Syafi’i, menjelaskan keputusan itu diambil untuk menciptakan suasana belajar yang lebih khusyuk dan interaktif antarsantri.
“Sebenarnya fasilitas pengeras suara tersedia. Anak-anak juga sudah terbiasa membaca dengan berbagai lagu seperti nahawand, rost, hijaz, maupun bayati. Namun kali ini kami ingin mereka lebih fokus pada ketelitian bacaan dan saling mengoreksi,” ujarnya.
Ia menilai tadarus tidak semata-mata soal kemampuan melantunkan ayat dengan irama yang indah. Menurut dia, Ramadan justru menjadi momentum memperkuat pemahaman tajwid serta membiasakan santri berani memperbaiki dan menerima koreksi dari teman sebayanya.
Dengan tanpa pengeras suara, kata dia, santri juga tidak merasa tertekan apabila melakukan kesalahan dalam membaca. Koreksi dilakukan dalam lingkup kecil dengan pendampingan ustadz.
“Kalau tanpa speaker, mereka lebih nyaman. Ketika ada kekeliruan, cukup didengar teman-temannya dan langsung diperbaiki bersama,” kata Syafi’i.
Meski berlangsung tanpa pengeras suara, para santri tetap membaca Al-Qur’an secara bergiliran dengan tartil. Mereka menyimak bacaan satu sama lain dan aktif memberi masukan terhadap hukum tajwid maupun penerapan lagu yang telah dipelajari sebelumnya.
Kegiatan tadarus serentak yang digelar PAC JQH Tiris Barat tersebut menjadi bagian dari upaya membangun tradisi pembelajaran Al-Qur’an yang tidak hanya menekankan aspek suara, tetapi juga ketepatan dan pemahaman bacaan.