MALANG (Surau.ID) – Pemerintah Kabupaten Malang memperketat pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bupati Malang M. Sanusi meminta pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak ragu menolak bahan baku dari pemasok jika tidak memenuhi standar kualitas.
Langkah itu disampaikan Sanusi saat pemerintah daerah menggelar forum koordinasi bersama para pengelola dapur layanan MBG. Pemkab Malang juga memastikan melakukan pendampingan langsung terhadap operasional SPPG agar program tersebut berjalan sesuai prosedur dan tetap menjaga kualitas asupan gizi bagi pelajar.
“Semuanya (SPPG) kami monitor makanya kami komunikasi, karena permasalahan harus diurai,” kata Sanusi, dikutip Antara, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, pelaksanaan program MBG tidak hanya sebatas membagikan makanan kepada siswa, tetapi juga memastikan kualitas gizi yang diberikan benar-benar sesuai standar. Karena itu, setiap kendala teknis di lapangan perlu segera diselesaikan melalui koordinasi antara pengelola dapur dan pemerintah daerah.
Penegasan serupa disampaikan Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Malang yang juga Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dispangtan), Mahila Surya Dewi. Ia meminta pengelola SPPG berani menolak bahan baku yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.
“Tadi saya juga sampaikan, harus ada komitmen bahwa supplier itu mau untuk mengganti apabila ada bahan yang spesifikasinya tidak sesuai dengan yang diinginkan,” katanya.
Mahila menjelaskan forum koordinasi tersebut digelar tidak hanya sebagai ruang evaluasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi para pengelola dapur layanan program MBG. Tujuannya agar mereka semakin siap dan berpengalaman dalam menjalankan tugas.
“Makanya kami kumpulkan untuk diedukasi, sehingga jam terbangnya meningkat,” ucapnya.
Selain melakukan pendampingan teknis, Pemerintah Kabupaten Malang juga tengah menyiapkan sistem pengaduan masyarakat untuk memantau jalannya program tersebut. Salah satunya dengan merancang layanan call center khusus yang dapat digunakan masyarakat untuk melaporkan berbagai persoalan terkait Program Makan Bergizi Gratis.
Layanan itu nantinya akan dikembangkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika bersama Satgas SPPG Kabupaten Malang. “Nanti semuanya kami monitor,” tandas Sanusi.