JAKARTA (Surau.ID) – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI TB Ace Hasan Syadzily menegaskan pentingnya Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) sebagai sarana membentuk kepala daerah yang mampu membaca perubahan lingkungan strategis sekaligus menerjemahkannya ke dalam kebijakan pembangunan.
Menurut Ace, KPPD Angkatan IV Tahun 2026 tidak boleh berhenti pada kegiatan pembelajaran di ruang kelas. Program tersebut harus mendorong perubahan cara berpikir, sikap, dan tindakan para pemimpin daerah agar mampu menghadapi dinamika geopolitik, perkembangan teknologi, serta berbagai tantangan yang berpengaruh terhadap ketahanan nasional.
“Karena itu, KPPD tidak hanya menjadi ruang pembelajaran, namun sarana memperkuat kemampuan analisis geopolitik, ketahanan nasional, hingga kepemimpinan visioner sebagai bekal merumuskan kebijakan adaptif,” kata Ace dalam rangkaian KPPD Angkatan IV Tahun 2026 di Gedung Tri Gatra, Kantor Lemhannas RI, Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Ia menjelaskan bahwa perubahan lingkungan strategis menuntut kepala daerah memiliki kemampuan membaca persoalan secara lebih luas. Kepala daerah tidak cukup hanya menguasai persoalan administratif dan pembangunan daerah, tetapi juga harus memahami hubungan antara dinamika global, ketahanan nasional, dan kepentingan masyarakat di daerah.
Karena itu, Ace menempatkan penguatan karakter dan integritas sebagai bagian penting dalam pendidikan kepemimpinan daerah. Ia ingin para peserta KPPD mampu menjalankan kekuasaan dengan moral, etika, dan perspektif kebangsaan yang kuat.
Dorong Kepala Daerah Terjemahkan Asta Cita ke Kebijakan Daerah
Ace mengatakan KPPD memiliki posisi strategis untuk memperkuat kemampuan kepala daerah dalam menerjemahkan agenda nasional ke dalam kebijakan pembangunan di daerah masing-masing.
Ia menilai implementasi Asta Cita membutuhkan pemimpin daerah yang mampu membaca kondisi lokal sekaligus memahami arah strategis pembangunan nasional. Dengan kemampuan tersebut, kepala daerah dapat menyusun kebijakan yang lebih adaptif terhadap perubahan tanpa meninggalkan kepentingan masyarakat.
Selain kemampuan analisis, Ace ingin KPPD membentuk pemimpin daerah yang memiliki karakter negarawan. Menurutnya, pemimpin daerah harus mampu menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
KPPD juga mendorong peserta menghasilkan inovasi strategis yang dapat memperkuat peran pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Inovasi tersebut harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Keberhasilan KPPD Tidak Cukup Diukur dari Pengetahuan
Ace menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan kepemimpinan tidak cukup dilihat dari bertambahnya pengetahuan akademik peserta. Lemhannas justru ingin melihat perubahan nyata setelah para peserta kembali menjalankan tugas di daerah.
Perubahan itu mencakup cara kepala daerah berpikir, mengambil sikap, serta menentukan tindakan ketika menghadapi persoalan pemerintahan dan pembangunan.
Karena itu, Ace mendorong peserta KPPD memperkuat kolaborasi lintas sektor. Kepala daerah perlu membangun kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, menjaga integritas, serta memastikan kebijakan tetap berpihak kepada masyarakat.
Pandangan tersebut juga menempatkan integritas sebagai bagian dari kepemimpinan strategis. Bagi Ace, pemimpin daerah yang mampu membaca geopolitik dan memahami ketahanan nasional tetap membutuhkan karakter kuat agar pengetahuan tersebut menghasilkan kebijakan yang bertanggung jawab.