Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
05 Agustus 2026 | 07:22 WIB
Nasional

Tantangan Kesetaraan Gender: Perempuan Masih Minim di Industri Tambang

IMG 493
Noormaya Muchlis, Direktur Eksekutif WIME Indonesia (Foto: Surau.ID/Ist).

 

JAKARTA (Surau.ID) – Industri pertambangan dan energi di Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam mencapai kesetaraan gender, terutama akibat minimnya figur panutan perempuan bagi tenaga profesional.

Direktur Eksekutif WIME Indonesia, Noormaya Muchlis, menyatakan bahwa rendahnya representasi perempuan disebabkan oleh stereotip di lingkungan kerja serta minimnya fasilitas perusahaan yang mendukung perkembangan karier mereka.

Kesenjangan Jumlah Talenta

Meskipun rasio mahasiswa perempuan dan laki-laki di perguruan tinggi hampir seimbang, jumlah tenaga kerja perempuan mengalami penurunan yang sangat drastis saat memasuki sektor pertambangan.

Banyak perusahaan dinilai belum sepenuhnya menerapkan kebijakan inklusif, sehingga talenta perempuan sering kali kesulitan memperoleh kesempatan promosi serta pengembangan karier secara adil.

Strategi Kesetaraan Global

Kolaborasi erat antara pemerintah, institusi pendidikan, dan korporasi sangat dibutuhkan guna menciptakan lingkungan kerja yang inklusif serta mendorong pertumbuhan produktivitas bisnis secara berkelanjutan.

“Kita ingin lebih banyak perusahaan di Indonesia mendukung program diversity, equity, and inclusion, sehingga lebih banyak talenta perempuan yang bisa berada di sektor ini,” ujar Noormaya Muchlis, Direktur Eksekutif WIME Indonesia.

Penerapan prinsip kesetaraan dan inklusi terbukti mampu meningkatkan profitabilitas perusahaan global secara signifikan, sekaligus membuka peluang seluas-luasnya bagi kontribusi aktif perempuan di masa depan.

Penulis: Misbahul A
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id